
Di era digital transaksi ekonomi lebih banyak dilakukan secara online. (Pixabay.com)
JawaPos.com - Sejak era digital berkembang perilaku ekonomi masyarakat berubah pesat. Gaya hidup masyarakat bergeser dari konvensional ke arah yang lebih terukur, sistem online. Hal itu memudahkan bagi pelaku ekonomi untuk melihat selera pasar.
Presidium Majelis Nasional KAHMI Kamrussamad mengatakan, kini kebutuhan konsumen atau pasar itu sangat mudah dipantau dari media sosial (medsos). Baik itu kecenderungan belanja konsumen dan barang yang digemari.
"Pengetahuan akan perilaku konsumen ini sangat penting sebagai landasan untuk mengembangkan bisnis, terutama ketika kamu ingin melakukan berbagai inovasi," Kamrussamad kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/4).
Menurut dia, era digital membawa dampak dan perubahan yang cukup besar dalam perdagangan dunia pada masa depan. Ekonomi digital meningkat dua kali lipat dibandingkan 2008 yang baru mencapai 2 persen dari GDP dunia. Pertumbuhan untuk lima tahun ke depan diperkirakan sebesar 11 persen per tahun.
"Menurut saya, perdagangan digital merupakan bagian dari revolusi digital yang akan membawa dampak yang sangat luas bagi seluruh daerah," tegasnya.
Dari informasi yang diterimanya sebanyak 1,8 miliar jiwa penduduk di negara-negara Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) telah bertransaksi online pada akhir 2015. Jumlah itu sebanding 65 persen penduduk APEC yang berjumlah 2,85 miliar jiwa.
Jasa online yang mempunyai pasar sebesar USD 1,6 triliun diperkirakan akan tumbuh 13 persen per tahun sampai 2020. Sebanyak dua pertiga nilai tersebut berasal dari e-retail dan e-travel.
Oleh karena itu, dirinya selalu mendorong lahirnya wirausahawan dari generasi milenial dan tidak gagap akan teknologi. Pasalnya, di era ini pemasaran akan sangat mudah. Kontrol pasar pun tidak lagi dilakukan secara konvensional melainkan dengan digitilisasi. "Jadi dimana pun, kapan pun pemantauan usaha bisa dilakukan melalui genggaman," tegasnya.
Dia berharap kehadiran Kahmipreneur di beberapa daerah mulai dari Bali, Potianak, Mamuju dan beberapa kota lainnya di Indonesia bisa membuka peluang usaha sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kota atau daerah. Sehingga, apa yang dilakukan bisa langsung dirasakan manfaatnya untuk peningkatan kesejahteraan anggota KAHMI sebagai pelaku usaha.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
