Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 April 2022 | 00.05 WIB

Komoditas Lain Terpantau Aman, Hanya Dua ini yang Kemahalan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Panja Pangan dan Barang Kebutuhan Pokok Komisi VI DPR RI memantau ketersediaan stok serta harga bahan pokok selama Ramadan dan jelang Idul Fitri. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Cibinong, Jawa Barat.

"Untuk memantau dan melihat supaya kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi menjelang hari raya Idul Fitri, yang kita pantau adalah kondisi harga, apakah sudah sesuai dengan harapan kita," jelas Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal di lokasi, Selasa (12/4).

Dalam temuannya, minyak goreng curah masih belum mencapai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah. "Memang ada beberapa yang masih kita tunggu, harga minyak goreng curah masih belum mencapai Rp 14.000 per liter sebagaimana yang diharapkan," ucapnya.

Begitu juga dengan harga daging sapi yang ditetapkan dengan harga sekitar Rp 130.000 sampai Rp 140.000 per kilogram. Diharapkan harga tersebut dapat dikendalikan, sebab diproyeksikan harganya akan semakin meningkat menjelang hari raya idul fitri.

"Itu yang menjadi konsen kita," tambahnya.

Kemudian, harga telur yang dibanderol Rp 24.000 per kilogram menurutnya tidak masalah. Sebab, membawa kebaikan bagi masyarakat yang berprofesi sebagai peternak, karena harga pokok produksi (HPP) telur ayam sebesar Rp 21.000 per kg.

"Insya Allah kita jaga untuk kepentingan masyarakat kita yang peternak dan konsumen rasanya tidak terlalu mahal," imbuh Hekal.

Namun, untuk yang harganya masih mahal, seperti bahan pangan yang menggunakan komoditas impor kedelai, yakni tahu dan tempe diharapkan untuk segera diatasi oleh pihak terkait. "Mudah-mudahan dalam menyambut hari raya Idul Fitri, harapannya masyarakat jangan terkena susah karena pangan sulit karena harga mahal dan ada kelangkaan," ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo mengakui bahwa beberapa harga komoditas harganya masih tinggi, yakni minyak goreng. Hal ini pun telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mempercepat distribusi.

"Karena barangnya ada dan registrasi produsen juga sudah, tinggal didorong masuk ke pasar dan harga Rp 14.000 per liter," jelasnya.

Namun, karena barang belum masuk, ia menyampaikan bahwa masyarakat dapat menggunakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng untuk membeli bahan tersebut. "Diharapkan bisa membantu masyarakat yang sekitar 20,65 juta, dan pedagang kaki lima 2,5 juta," tutupnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore