Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 April 2022 | 21.48 WIB

Peluang Bisnis Car Detailing yang Kembali Menggeliat

PROSES AWAL: Mobil yang akan menjalani perawatan detailing harus dicuci, lalu dipoles di Perfection Auto Detailing. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos) - Image

PROSES AWAL: Mobil yang akan menjalani perawatan detailing harus dicuci, lalu dipoles di Perfection Auto Detailing. (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

Mobilitas warga mulai kembali normal. Beberapa usaha kembali merekah. Termasuk perawatan eksterior dan interior mobil alias car detailing. Bisnis tersebut menarik peminat dari berbagai kalangan.

---

USAHA otomotif memang sangat berkaitan erat dengan mobilitas penduduk. Bukan hanya produsen, industri pendukungnya pun sempat mengalami penurunan kinerja karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ’’Selama pandemi, usaha otomotif seperti car detailing milik kami memang turun. Tapi, kini mulai kembali,’’ tutur Roy Adidharma, pemilik Perfection Auto Detailing.

Bisnis car detailing memang merupakan pasar niche alias cukup sempit. Yakni, menyasar pemilik mobil premium atau penghobi otomotif. Apalagi, tarif jasa relatif tidak murah. Tarif terendah untuk memoles mobil hingga kinclong mencapai Rp 4 juta. Sementara itu, tarif tertinggi hingga Rp 27 juta. Tak seperti cuci mobil yang maksimal membutuhkan ratusan ribu rupiah.

Namun, layanan detailing punya konsumen yang setia. Sebab, mereka benar-benar membersihkan mobil secara lengkap dan terperinci. Selain itu, diberi lapisan khusus untuk mencegah debu dan kotoran. Pemilik pun diberi garansi. ’’Biasanya, sekali konsumen datang, mereka bakal langganan,’’ ujarnya.

Pada hari normal, dia bisa menerima setidaknya 5–6 mobil per hari. Memang, selama pandemi, jumlah tersebut turun hingga dua unit. Namun, dia mengaku bahwa jumlah pesanannya sudah meningkat lagi tahun ini.

Sebagian besar mobil yang dilayani memang mobil mewah. Mulai jenis sport hingga MPV premium. ’’Tapi, kami juga menerima mobil biasa. Bahkan, ada yang membawa Hyundai i10 untuk kami detailing,’’ ucapnya.

Memulai bisnis car detailing memang tak semudah memulai jasa cuci mobil. Salah sedikit, penampilan mobil bisa rusak. Oleh karena itu, sebelum terjun ke usaha itu, pemilik harus mengenali setiap jenis kendaraan. Setiap eksterior dan interior punya cara perawatan yang berbeda. ’’Serta, jangan pernah melewatkan prosedur dalam pembersihan dan detailing,’’ tuturnya.

Pengerjaannya pun tidak bisa singkat. Mobil umum biasanya dikerjakan selama dua hari. Untuk jenis sport mewah, pengerjaan bisa dilakukan hingga tiga hari.

Pengerjaan yang cukup lama tersebut bukan tanpa alasan. Setiap mobil harus melalui beberapa tahap hingga dilapisi glass coating. Mobil yang datang harus dicuci, lalu dipoles. Setelah itu, detailing dilakukan dari eksterior, mesin, hingga velg. Setelah glass coating, kendaraan pun harus didiamkan di ruangan ber-AC. ’’Kami harus menyinari dengan inframerah supaya bisa menyerap ke pori-pori mobil,’’ katanya.

Secara cuan, bisnis itu bisa diharapkan. Keuntungan yang didapat bisa mencapai 20 persen dari total omzet. Belum lagi, usaha tersebut juga dibarengi dengan cuci mobil. Pelanggan yang sudah melakukan detailing pun biasanya melakukan perawatan rutin selama enam bulan sekali.

Apalagi, mobilitas masyarakat sudah kembali ke normal. Roy melihat jalanan Surabaya yang macet sebagai tanda bahwa usaha pendukung otomotif pun bakal kembali bergairah. ’’Kalau saya sih, sering-sering promo supaya dapat pelanggan baru,’’ ujarnya.

Soal bisnis car detailing tahun ini, dia yakin bahwa pertumbuhannya selaras dengan industri otomotif. Bahkan bisa lebih. Sebab, semakin banyak pemilik mobil yang sadar tentang perawan kendaraan mereka.

Faktor tersebut juga dibarengi daya beli masyarakat yang terus meningkat. Dengan demikian, pasar mobil premium juga meningkat. ’’Pengusaha car detailing saat ini mengincar kota-kota besar,’’ terangnya.

Tips Mendirikan Usaha Detailing

- Kenali mobil konsumen. Setiap eksterior dan interior punya cara perawatan yang berbeda.

- Jangan pernah melewatkan prosedur dalam pembersihan dan detailing.

- Sediakan lahan yang tak terpengaruh cuaca untuk mendiamkan mobil setelah detailing.

- Selalu cek kondisi terakhir mobil sebelum diserahkan kepada konsumen.

- Pilih lokasi dengan akses yang mudah dan bersih.

- Jangan sampai mobil kembali kotor saat baru keluar dari lokasi.

Sumber: Roy Adidharma, pemilik Perfection Auto Gallery

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore