Tumpukan kontainer di terminal bongkar muat petikemas Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu salu. Pelindo TPS catat arus peti kemas internasional naik tiga persen selama semester satu 2023.
JawaPos.com - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur mengakui bahwa kinerja impor tahun ini memang lesu. Namun, mereka mengatakan bahwa hal tersebut dibarengi kabar bahagia. Yakni, penurunan impor barang konsumsi.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan GINSI Jatim Medy Prakoso mengatakan, secara umum kinerja impor Jatim memang sedang tidak baik-baik saja. Menurut data BPS Jatim, impor pada Januari-Oktober 2023 turun 11,65 persen menjadi USD 23,1 miliar. Namun, penurunan tersebut sebenarnya membawa satu kabar yang baik.
''Jika dilihat baik-baik, kita bisa lihat bahwa sebenarnya penurunan terbesar ada di segmen barang konsumsk. Ini jadi kabar baik bagi pelaku industri yang selalu khawatir dengan gempuran impor barang jadi,'' ungkapnya di Surabaya beberapa waktu lalu.
Selama tahun berjalan, impor barang konsumsi mencapai USD 4,6 miliar. Itu artinya, segmen tersebut menyerap seperlima dari total impor provinsi tersebut. Jika dibandingkan dengan catatan periode yang sama tahu lalu, kinerja impor barang jadi di Jatim rupanya turun 13,56 persen. Catatan itu bertambah besar saat impor Oktober 2023 yang turun lebih tajam yakni 23,32 persen.
Dia mengaku bahwa hal tersebut justru disyukur oleh GINSI. Sebab, anggotanya memang didorong untuk mengimpor barang baku atau penolong untuk dijadikan produk jadi di tanah air. Sebagian besar dari hasil impor mereka pun kembali diekspor.
''Kami jelas menyambut baik perkembangan terakhir. Karena pemerintah juga mempunyai visi untuk terus menekan impor barang jadi,'' paparnya.
Dia masih yakin bahwa nantinya impor akan membaik kembali seiring peningkatan utilitas pabrik di Jatim. Meskipun, dia mengatakan bahwa hal tersebut bakal sedikit tertunda dengan adanya pesta demokrasi. Hal tersebut karena adanya kekhawatiran soal regulasi pemerintah yang mungkin tidak menentu saat berganti pemimpin.
Karena itu, pihaknya mengaku mempertahankan sikap wait and see selama masa pemilu berlangsung. Apalagi, saat ini importir harus menghadapi regulasi PP No.46 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan bidang perindustrian. Pihaknya masih rahh menghadap ketentuan terkait neraca komoditas, importasi bahan baku dan/atau bahan penolong bagi industri dan standardisasi industri.
“Misalnya kebijakan impor bahan baku/penolong hanya dapat dilakukan oleh perusahaan industri yang memiliki identitas sebagai importir produsen (API-P),” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Widia Erlangga, Branch Manager PT Anindya Wiraputra Konsult, selaku surveyor swasta untuk barang impor mengatakan potensi pasar impor di kawasan Indonesia Timur, Jatim khususnya masih sangat besar untuk digarap.
Karena itu, pihaknya baru saja membuka kantor di Surabaya dan akan membidik pangsa importir dari GINSI Jatim. Saat ini konsumennya di Jatim masih sekitar 500-an. Dengan menggandeng GINSI Jatim dengan 3.500 anggota, pihaknya menargetkan tahun depan bisa menambah 500 konsumen lagi.
Bisnis impor dari sisi surveyor, kata Widia, saat ini pun menghadapi tantangan salah satunya soal Persetujuan Impor (PI) atau Kuota impor dari Kemendag. Menurutnya, sejak akhir tahun lalu hingga saat ini ada kendala pengeluaran PI yang terhenti. ''Kemungkinan setelah pemilu tahun depan itu, pemerintah akan buka lagi keran impornya,'' imbuhnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
