
Pemberian makanan tambahan sebagai salah satu program penurunan angka stunting.
JawaPos.com - Upaya penurunan angka stunting dilakukan banyak pihak bersama-sama, tidak hanya oleh pemerintah pusat maupun daerah, melainkan juga BUMN dan sektor privat. Salah satu yang melakukan kegiatan penurunan angka stunting yaitu PT Gema Kreasi Perdana, melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi bayi dan anak usia di bawah lima tahun (balita).
Setelah sukses dilaksanakan di Desa Roko-Roko Raya, kali ini program PMT dilaksanakan di dua desa lain di Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, yakni Desa Mosolo dan Desa Sinaulu Jaya. Kedua desa ini memusatkan aktivitas programnya di masing-masing balai desa setempat.
Manager PT Gema Kreasi Perdana, Alexander Lieman mengatakan bahwa program PMT ini merupakan bentuk aktualisasi komitmen pihaknya untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam konteks penurunan angka stunting (gangguan pertumbuhan pada anak).
"Fokus kami dalam pelaksanaan program PMT ini memang kami tujukan kepada para bayi dan balita. Pelaksanaan program ini untuk membantu menurunkan angka stunting di Kecamatan Wawonii Tenggara," kata Alexander, Selasa (14/9).
Berdasarkan data dari Puskesmas setempat, lanjutnya, ada beberapa balita yang masuk dalam kategori gizi buruk. Oleh sebab itu, melalui program ini, pihaknya berharap dapat membantu pemerintah melalui Puskesmas untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Konawe Kepulauan.
PT GKP sendiri mengaktualisasi program ini dengan bekerja sama dengan Puskesmas Polara, serta Posyandu di ketiga desa tersebut, baik Desa Mosolo maupun Sinaulu Jaya. Serta, berkolaborasi dengan warga, khususnya para ibu dan anak di ketiga desa tersebut.
Alexander menjelaskan, kegiatan ini meliputi kegiatan pemeriksaan berat dan tinggi badan, pemberian vaksin, serta pembagian makanan tambahan seperti biskuit dan susu formula. "PT GKP berkomitmen untuk terus menjalankan program ini secara berkelanjutan dan direncanakan akan meluas di desa-desa lain di Kabupaten Konawe Kepulauan. Sehingga, angka stunting di Kabupaten Konawe Kepulauan bisa ditekan dan turun secara signifikan," kata Alexander.
Yurni, salah satu warga Desa Mosolo, menyampaikan apresiasi kepada GKP yang telah berinisiatif mengadakan program PMT. Dia berharap agar program ini bisa berkembang luas di desa-desa lain di Kabupaten Konawe Kepulauan. "Agar bayi dan balita di sini dapat tercukupi gizinya," ujarnya.
Hal serupa juga di ungkapkan oleh Hariana, salah satu warga Desa Sinaulu Jaya. Menurutnya, hadirnya perusahaan banyak memberi dampak positif bagi masyarakat. Sementara itu, Desi Putri, Ketua Kader Posyandu Desa Mosolo menilai bahwa kegiatan GKP ini sangat bagus dan bermanfaat.
"Selama ini juga kan kita sering hanya diberi bubur, jarang sekali diberi biskuit dan makanan tambahan lainnya. Ke depannya, semoga bisa semakin beragam paket makanannya, khususnya program bagi para lansia yang bisa diberi tambahan telur ayam, ubi, dan lainnya," jelas Desi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
