Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Februari 2020 | 23.00 WIB

Berubah jadi SIG, ini Maksud Rebranding Semen Indonesia

Semen Indonesia Kini Menjadi SIG (kiri ke kanan) Direktur utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, Komisaris Utama Semen Indonesia, Soekarwo, dan Staf Ahli Kementrian PUPR, A. Gani Ghazaly Akman saat memperkenalkan logo baru di Jakarta, Selasa (11/2).Pe - Image

Semen Indonesia Kini Menjadi SIG (kiri ke kanan) Direktur utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, Komisaris Utama Semen Indonesia, Soekarwo, dan Staf Ahli Kementrian PUPR, A. Gani Ghazaly Akman saat memperkenalkan logo baru di Jakarta, Selasa (11/2).Pe

JawaPos.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk resmi mengubah logo perusahaan, Selasa (11/2). Rebranding itu sekaligus menandai revolusi bisnis perseroan dari perusahaan persemenan menjadi penyedia solusi bahan bangunan. Transformasi tersebut bakal memperkuat daya saing Semen Indonesia di tingkat regional.

Kini Semen Indonesia berganti nama menjadi Semen Indonesia Group (SIG). Logonya juga baru. Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso menjelaskan bahwa logo SIG merepresentasikan transformasi bisnisnya. "Penggantian logo merupakan bagian dari transformasi untuk memberikan solusi bahan bangunan yang inovatif, terbaru, dan bernilai tambah," ujarnya dalam corporate rebranding PT Semen Indonesia.

Hendi berharap transformasi dan inovasi tersebut bisa mendorong pertumbuhan sektor industri bahan bangunan. "Kami mampu menjadi pionir dalam industri building material yang memberdayakan stakeholder dalam menciptakan sustainable living," tambahnya.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wanono menegaskan bahwa transformasi bisnis juga menjawab kebutuhan konsumen. "Perseroan kini telah menjadi contoh penyedia solusi bahan bangunan yang ramah lingkungan," katanya.

Industri semen juga menjadi salah satu yang tahun lalu harus menghadapi tantangan berat. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan bahwa penjualan semen melambat pada 2019. Tahun lalu total penjualan semen RI mencapai 76,1 juta ton atau naik 1,2 persen dari tahun sebelumnya (yoy).

Oversupply juga masih menjadi momok industri persemenan nasional. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bahwa pasokan semen nasional berlebih. Tepatnya, kelebihan pasokan sebanyak 37 persen atau 40,9 juta ton dari kebutuhan nasional.

Staf ahli Kementerian PUPR A. Gani Ghazaly Akman menjelaskan bahwa produksi semen nasional terus meningkat, sedangkan distribusi tidak merata ke seluruh wilayah Indonesia. Itulah yang mengakibatkan terjadinya oversupply.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore