
KORTING BESAR: Konsumen memanfaatkan diskon harga dan promo cuci gudang di Giant Maspion Square, Surabaya, yang tutup bulan depan. (Frizal?Jawa Pos)
JawaPos.com - Bisnis ritel tahun ini benar-benar menghadapi tantangan berat. Misalnya, yang menimpa jaringan ritel di bawah PT Hero Supermarket Tbk atau Hero Supermarket Group.
Setelah enam gerai di wilayah Jabodetabek stop beroperasi, Hero akan kembali menutup salah satu gerai Giant Ekstra di Surabaya. Gerai dengan format hypermarket yang berlokasi di Maspion Square tersebut resmi berhenti beroperasi bulan depan.
Gerai di kawasan Margorejo itu pun memasang sarana promosi di berbagai sudut toko untuk menghabiskan stok. Besaran diskon setiap kategori barang berbeda-beda. Mulai 5 persen hingga 30 persen.
"Diskonnya berlaku untuk semua," kata salah seorang pegawai.
Program diskon tersebut berlangsung sejak minggu lalu. General Manager Maspion Square Ariffin Dwi Ari menyatakan telah menerima surat pemberitahuan dari Giant terkait dengan penghentian operasional. Surat itu telah disampaikan kepada manajemen mal pada 2 Juli.
"Bahwa mereka akan menghentikan kegiatan operasional pada 25 Agustus 2019," ujarnya, Senin (8/7).
Giant menjadi anchor tenant di Maspion Square sejak awal berdirinya pusat perbelanjaan tersebut pada 2002. Luas area yang ditempati mencapai sepertiga dari total luasan mal 30 ribu meter persegi.
Sebagai anchor tenant, traffic Maspion Square didominasi mereka yang ingin berbelanja ke Giant. Namun, sejak lima tahun terakhir, pengelola mal merasakan adanya penurunan.
"Kami mengadakan program Maspion Vaganza yang tahun ini menginjak tahun kesepuluh. Jadi, pembeli yang ingin berpartisipasi harus menukarkan struk belanja. Dari situ terlihat," ungkap Ariffin.
Karena itu, ketika Giant menyampaikan pemberitahuan bakal menutup gerainya, dia tidak terkejut. Pihaknya memaklumi keputusan Giant tersebut karena kondisi market sekarang berbeda dengan sepuluh tahun lalu. Di tengah market yang seperti sekarang, pengelola mal sering berkomunikasi. Misalnya, meminta perubahan penataan toko.
Meski kunjungan ke Giant menurun, tingkat kunjungan ke Maspion Square cenderung stabil. Salah satunya ditopang keberadaan 100 tenant produk IT yang merupakan limpahan dari Hi-Tech Mall. Selain IT, terdapat tenant food and beverage dan lain-lain.
Photo
Total, ada 200 tenant. Setiap hari jumlah sepeda motor yang masuk mencapai 1.500-2.000 unit kendaraan dan 1.000-1.200 unit roda empat.
"Saat ini okupansi kami 90 persen. Ketika Giant resmi tutup, okupansi kami turun jadi sekitar 70 persen," jelasnya.
Direktur PT Hero Supermarket Tbk Hadrianus Wahyu Trikusumo menjelaskan, pihaknya selama 2018 telah melakukan tinjauan strategis. "Hasilnya, kami melihat perlu adanya perubahan yang mendesak pada bisnis makanan," ungkapnya, Senin (8/7).
Menyadari tantangan tersebut dan kebutuhan mendesak untuk merespons perubahan permintaan pelanggan, pihaknya akan melakukan penyesuaian. "Untuk tetap kompetitif dan memenuhi perubahan pola belanja pelanggan," lanjutnya.
Selain memperkuat bisnis makanan, pihaknya terus mengembangkan segmen lain yang berkinerja dan memiliki potensi pertumbuhan baik. Yaitu, Guardian Health & Beauty serta IKEA. "Kami tetap berkomitmen kuat untuk menjalankan bisnis kami di Indonesia," tutur Hadrianus.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
