Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2017 | 21.07 WIB

Prelo Lawan Produk Bajakan, Penjualan Lebih dari Rp 10 Miliar

Tim Prelo - Image

Tim Prelo

JawaPos.com – Geliat bisnis online kian beragam. Bukan hanya produk baru yang ditawarkan, barang-barang bekas pun terus membanjiri pasar online di Indonesia. Salah satunya Prelo.


Situs yang beralamat di www.prelo.co.id itu ingin membawa industri e-commerce di Indonesia ke tahap selanjutnya. Prelo merupakan marketplace online untuk barang preloved (bekas) yang berkualitas dan asli alias ‘no KW’ di Indonesia. Perusahaan ini menyediakan lingkungan belanja online yang aman, tempat konsumen bisa membeli barang bekas yang autentik dengan tenang.


Pembajakan dan pemalsuan bukan lagi hal yang asing di Indonesia. Menurut laporan dari Special 301 Report oleh Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative’s Office), Indonesia merupakan 1 dari 11 negara di dunia yang sering melanggar hak aset intelektual.


Selain melanggar hukum, fenomena pembajakan yang merajalela bersifat sangat destruktif untuk ekosistem e-commerce. Banyak pembeli yang menjadi skeptis dan selalu membutuhkan verifikasi ekstra untuk memeriksa apakah barang yang dibeli asli.


Proses inovasi juga terkena imbasnya. Penjual yang menawarkan barang orisinil dirugikan karena ide dan hak ciptanya disalahgunakan untuk keuntungan pihak lain.


“Di bisnis saya sebelumnya, banyak sekali aduan dari pembeli dan penjual tentang barang palsu yang dijual. Ini menyadarkan kami bahwa betapa mudahnya barang palsu diperjualbelikan di Indonesia. Akhirnya, ini menjadi salah satu alasan yang mendorong kami membangun Prelo,” jelas CEO dan founder Prelo, Fransiska Hadiwidjana dalam keterangan tertulisnya.


Sebagai pemilik dari beberapa hak paten di Amerika Serikat, Fransiska mengerti seberapa pentingnya melindungi ide dan inovasi. Prelo melawan pembajakan dengan mengkurasi semua barang yang dijual melalui platform. Tim internal dan algoritma khusus dari perusahaan ini mampu mengidentifikasi produk yang mencurigakan dengan membandingkannya dengan produk lain dalam domain publik berdasarkan deskripsi, merk, model, dan berbagai atribut lainnya.


Prelo juga aktif dalam berbagai komunitas produk, agar setiap anggota semakin jeli menyaring produk yang asli dari barang palsu. Misalnya, tim Prelo belajar cara memeriksa otentisitas dari sepatu sneakers dari komunitas sneakers online. 


Selain itu, Prelo juga memberikan lencana bagi pengguna yang terverifikasi ketika mengunggah produk autentik, begitu juga bagi pengguna yang melaporkan produk mencurigakan atau palsu. Penjual bisa menggunakan lencana-lencana ini untuk mendapatkan bantuan promosi produk dalam Prelo. Ke depannya, Prelo akan memberikan lebih banyak manfaat kepada pemegang lencana.


“Kualitas produk merupakan hal yang sangat penting untuk perusahaan e-commerce, terlebih lagi marketplace untuk barang preloved seperti kami. Berkat sistem kurasi dan garansi produk asli, pengguna Prelo bisa berbelanja dengan tenang,” terang Fransiska.


Komunitas Produk Preloved Di Indonesia


Prelo mengutamakan keamanan dan kepraktisan berbelanja. Startup ini menyediakan rekening bersama (rekber) untuk memfasilitasi semua transaksi pengguna dalam platform.


Penjual bisa mengirimkan produk preloved secara langsung kepada pembeli, dan uang hanya akan ditransfer ke penjual ketika pembeli melakukan konfirmasi kualitas produk yang diterima (termasuk apakah produk yang dijual bukanlah produk KW).


Biasanya, Prelo mengambil komisi sebesar 10% untuk setiap penjualan. Namun, komisi ini bisa didiskon berdasarkan aktivitas pengguna di media sosial. Bila penjualan melakukan share produk dalam Facebook , Twitter , dan Instagram , Prelo tidak akan menerima komisi. 


Menurut Fransiska, satu tren unik dalam dunia e-commerce untuk barang preloved adalah bagaimana para penjual sering bercerita tentang produk dan diri mereka sendiri, agar pembeli bisa memahami produk yang dijual dengan lebih baik. Cerita-cerita ini -- yang disebut sebagai “Prelo Story” - kemudian dibagikan dalam blog dan aplikasi Prelo agar penjual dan pembeli bisa lebih mengerti satu dengan lainnya dengan lebih baik. Mereka juga bisa berkomunikasi lebih lanjut menggunakan fitur chatting di aplikasi Prelo.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore