
Ilustrasi
JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan penandatangan Head of Agreement (HoA) pasokan gas bumi lapangan Jambaran Tiung-Biru untuk pembangkit lsitrik wilayah Gresik.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar bersyukur setelah melalui proses panjang, kesepakatan ini akhirnya tercapai.
"Ini adalah sebuah perjalanan panjang, yang akhirnya berakhir dengan HoA. Perjalanan ini mungkin cukup panjang," ujarnya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/8).
Selain itu, harga jual gas dari lapangan ini juga telah disepakati dengan PLN wilayah Gresik. Setelah sebelumnya sempat tarik ulur di harga USD 8-9 per MMBTU, Pertamina akhirnya sepakat menjual dengan harga USD 7,6 per MMBTU.
Biaya itu bersifat flat selama kontrak. Proyek dengan nilai investasi sebesar USD 1,55 miliar tersebut dapat segera dieksekusi.
"Tahun 2017 ini secara marathon kita kawal betul agar proyek Jambaran Tiung Biru bisa segera dieksekusi. Beberapat keputusan penting telah kita putuskan diantaranya Relokasi gas JTB ke Pertamina, Penetapan harga gas JTB ke PLN Wilayah Gresik, Perubahan split kontrak bagi hasil Pertamina EP Cepu proyek JTB, dan alih kelola lapangan dari Exxon oleh Pertamina EP Cepu. Bahkan kami juga melakukan efisiensi capex atau biaya investasi dari USD 2,1 miliar menjadi USD 1,5 miliar. Ini capaian besar," jelas Arcandra.
Selain itu, keputusan penting daria HoA ini adalah alih kelola lapangan dari Exxon Cepu oleh Pertamina EP Cepu sehingga Pertamina menguasai 90 persen Participating Interest dan 10 persen selebihnya akan dikuasai Daerah.
Lalu adanya efisiensi capital expenditure (capex) atau biaya investasi dari USD 2,1 miliar menjadi USD 1,5 miliar sehingga penerimaan migas bagian negara dan kontraktor menjadi lebih baik.
Seperti diketahui, bahwa lapangan Jambaran Tiung Biru dengan investasi sekitar USD 1,5 miliar akan memproduksikan gas sebesar 330 MMSCFD dengan penjualan sebesar 172 MMSCFD selama 16 tahun (plateu). Dari 172 MMSCFD pemanfaatan gas tersebut, 100 MMSCFD akan disalurkan ke PLN Wilayah Gresik dengan harga USD 7,6 per MMBTU flat selama masa kontrak, dan 72 MMSCFD untukindustri di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Gas dari lapangan Jambaran Tiung Biru nantinya juga akan terkoneksi dengan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km dengan diameter 28 inch. Pipa Gresik-Semarang dengan investasi sekitar USD 515 juta direncanakan selesai pada tahun 2018.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
