Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Januari 2018 | 06.43 WIB

Cukup Digoyang, Mahasiswa AS Tertawa Saat Belajar Alat Musik Angklung

13 mahasiswa Messiah College, Pennsylvania Amerika Serikat (AS) saat belajar alat musik angklung - Image

13 mahasiswa Messiah College, Pennsylvania Amerika Serikat (AS) saat belajar alat musik angklung

JawaPos.com - Budaya tradisional nusantara memang memiliki daya pikat tersendiri bagi masyarakat luar. Keunikan dan keragamannya sangat menarik perhatian, sehingga mengundang orang luar untuk mempelajarinya.


Seperti halnya 13 mahasiswa asal Messiah College, Pennsylvania Amerika Serikat (AS). Senin siang (15/1), mereka terlihat antusias mengikuti instruksi dari guru SMP Kristen 1 YPK Malang yang membimbingnya belajar angklung.


Meskipun sebelumnya agak kesulitan memegang dan memainkan alat musik tradisional tersebut, namun lama kelamaan para mahasiswa itu akhirnya bisa memainkan satu buah lagu. Lagu pertama yang dimainkan berjudul Gundul-Gundul Pacul. Setidaknya mereka berhasil memainkan dua bait pertama lagu yang berasal dari Jawa Tengah tersebut.


Ya, para mahasiswa dari Messiah College, Pennsylvania tersebut memang sedang melakukan kunjungan rutin ke SMP Kristen 1 YPK Malang yang berlokasi di jalan Kelud 14, Kota Malang.


"Ini merupakan kegiatan english day yang rutin dilakukan setiap Januari di minggu kedua," ujar Kepala SMP Kristen 1 YPK Malang Grace Imelda.


Dijelaskannya, para mahasiswa tersebut diajarkan tentang beragam budaya Indonesia. Mulai dari tari, membatik, hingga bermain angklung. "Kami menyambut mereka dengan tari gading alit. Dan respons mereka positif," katanya.


Para mahasiswa itu pun kemudian diajarkan memainkan alat musik angklung. Mahasiswa bule itu sempat kebingungan ketika pertama kali diberikan angklung satu persatu. Setelah salah satu guru dan beberapa murid membantu, akhirnya mahasiswi tersbeut bisa memainkan lagu.


Raut wajah senang pun terpancar di masing-masing mahasiswa. Bahkan, ada yang bertepuk tangan, karena saking senangnya. Selanjutnya ada juga yang diajak membatik, yakni tulis dan celup.


Lebih jauh Grace menuturkan, kegiatan oitu telah memasuki tahun keempat. "Kami memang sudah bekerja sama. Setiap tahun pasti k esini," jelasnya.


Dia pun berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa memupuk rasa nasionalisme dari masing-masing anak. Selain itu juga bisa mengajarkan para mahasiswa asing mengenai kebudayaan Indonesia.


Julia Hansen, salah satu mahasiswa Messiah College mengungkapkan, dirinya baru pertama kali mengetahui angklung dan batik. "(Kebudayaan Indonesia) indah. Saya baru pertama kali tahu," ujarnya dengan menggunakan bahasa Inggris.


Julia menyampaikan, hal yang paling menarik yakni ketika dia membatik. "Lilinnya yang panas agak berbahaya. Saya juga suka angklung, mudah memainkannya, hanya digoyang," ujarnya sembari tertawa. Dia pun berencana untuk mengajarkan hal tersebut pada keluarganya sekembalinya ke kampung halaman.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore