Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Februari 2018 | 02.21 WIB

Jelang Imlek, Bisnis Dupa di Malang Makin Wangi

LARIS: Produksi dupa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. - Image

LARIS: Produksi dupa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

JawaPos.com - Dupa atau hio wangi merupakan salah satu item yang identik saat perayaan Imlek. Aroma wangi yang dari batang ini akan segera tercium begitu masuk atau melintas di sekitar Klenteng.


Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), memiliki Kecamatan sebagai produksi dupa. Adalah di Kecamatan Wagir. Warga tiga desa di kecamatan tersebut memproduksi dupa. Yakni, Desa Gondowangi, Desa Petungsewu dan Desa Bedalisodo.


Kesibukan sudah terlihat di setiap industri rumahan yang memproduksi dupa sejak Januari lalu. Salah satunya industri rumahan yang menamakan diri MDN. Sebanyak 12 pekerja perempuan sibuk meramu bahan dupa kemudian melapisi bilah bambu yang mereka sebut stik.


Setiap pekerja perempuan mampu memproduksi hingga 80 kilogram dupa per hari. Artinya selama sehari, produksi dupa di pabrik ini mencapai 960 kilogram.


Mandor industri dupa, Yudi, 27, menjelaskan, mereka sudah mulai banyak permintaan dupa menjelang Imlek tahun ini. Sejak Januari, mereka disibukkan dengan pesanan dupa yang mencapai berton-ton banyaknya. Seminggu, dapat produksi hingga 24 ton dupa.


"Sekarang pengiriman seminggu bisa tiga kali. Setiap sekali kirim banyaknya satu truk. Beratnya delapan ton dupa," kata Yudi kepada JawaPos.com ditemui di pabrik dupa MDN, Selasa (13/2).


Pada hari biasa atau sedang ada perayaan tertentu, permintaan dupa tidak begitu banyak. Mungkin hanya mengirimkan dua ton dupa per minggu. Jika mendekati perayaan tertentu, permintaan bisa melonjak drastis hingga 12 kali lipat.


Biasanya, mereka mengirimkan hasil produksi dupa ke Bali dan Lombok. "Di Bali sudah ada pengepul. Nanti di sana, diberi wewangian baru sebelum didistribusikan ke daerah lain. Termasuk Malang. Kami produksi dupa masih mentah, belum ada wanginya," imbuhnya.


Wanginya bisnis dupa juga dialami Jasmaning, 50, warga Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir. Ia mampu memproduksi hingga sekitar 10 ribu batang dupa per hari. Seminggu mampu memproduksi 1,5 kuintal dupa siap jual.


Ketika mendekati momen perayaan tertentu, dia bisa memproduksi hingga 6 kuintal dupa. "Sehari kami bisa produksi antara 25 kilogram hingga 30 kilogram batang stik untuk dupa," jelas satu-satunya perajin dupa di Gondowangi itu saat ditemui di tempat produksinya.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore