
Ketua Forum Bumdes Kab Cirebon, Khusni Mubarok memberikan penjelasan seputar BPNT saat rakor bersama pengurus bumdes se-kabupaten Cirebon, Minggu (25/3).
JawaPos.com – Penyaluran program pemerintah Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mendapat perhatian pegiat badan usaha milik desa (Bumdes) di wilayah Cirebon. BPNT tersebut per orang mendapatkan Rp 110 ribu yang dikonversi ke sembako.
Ketua Forum Bumdes Kabupaten Cirebon (FBKC), Khusni Mubarok mengatakan, bantuan tersebut akan banyak menuai problem di lapangan. Mengingat, selama ini program rastra dibagikan secara merata. Sementara BPNT berbasis by name dan by addres.
“Itu dari sisi penerimanya. Belum lagi dari sisi penyuplai sembako dan penyalur bantuan tersebut. Ini sangat riskan dan berpotensi mengganggu kondusivitas di tingkat desa,” kata Khusni.
Masalah lainnya, kata dia, juklak dan juknis bantuan tersebut juga masih belum jelas. Padahal dalam SKB 4 menteri (Mendes PDT, Meneg BUMN, Mensos dan Mentan), bumdes dilibatkan dalam menyuplai dan menyalurkan BPNT. Namun, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang akurat dan detail terkait hal tersebut.
“Bahkan, kesan yang muncul, Bumdes ditinggalkan. Persoalan ini akan kami sampaikan ke forum bumdes provinsi Jawa Barat,” tukas Khusni.
Kendati demikian, pihaknya akan terus berusaha mendapatkan informasi mengenai BPNT dengan mendatangi dinas terkait. “Ini (BPNT) programnya Dinsos. Jadi kami akan mencoba bersilaturahmi ke Dinsos Kabupaten Cirebon. Agar informasi yang simpang siur menjadi lebih terang benderang,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Bumdes Sindangjawa, Kecamatan Dukupuntang, Kustori menilai BPNT menjadi peluang bagi bumdes khususnya yang memiliki unit usaha perdagangan (sembako). Pihaknya berharap, forum kabupaten dan bumdes se-kabupaten Cirebon bisa menjadi bagian dari program tersebut.
“Tapi kami sebagai anggota forum tetap berkomitmen untuk menunggu instruksi forum sebagaimana yang telah disepakati di rakor terkait BPNT,” tukasnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
