Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Maret 2018 | 02.47 WIB

Mengenal Erin Si Gajah Berbelalai Buntung, Begini Kesehariannya

Erin saat diangon Sukowiyono di padang savana Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur. - Image

Erin saat diangon Sukowiyono di padang savana Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur.

Jawapos.com — Erin gajah dengan belalai buntung terlihat bersembunyi dibalik pohon johar di kawasan Konservasi Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur, Kamis (22/3) sore. Tidak seperti gajah lain yang selalu berkoloni. Erin saat itu terlihat sendirian.


Belalai Erin hanya berukuran sekitar 50 cm. Dengan kondisi itu Erin terlihat kepayahan saat mengambil rumput. Dia harus sedikit menekuk kakinya agar belalainya tersebut dapat meraih rumput di tanah. Dengan kondisi belalai buntung seperti ini Erin tidak bisa mengambil dedaunan yang ada di atas.


Lebih susah lagi kalau makanan yang diberikan adalah buah-buahan yang berukuran kecil seperti pisang. Erin harus menekuk kakinya kemudian menyedot buah-buahan tersebut dengan belalainya. Setelah itu baru ia suapkan buah itu ke mulutnya.


Sukowiyono mahout (pawang gajah) yang sudah melatih Erin sejak Agustus 2016 mengatakan, kondisi ini sudah jauh lebih baik. Pada saat awal-awal di karantina, untuk dapat makan Erin harus disuap. “Kalo dulu iya kita harus suapin. Sekarang dia sudah mulai punya akal. Kaya disedot dulu baru dimasukkan ke mulut,” katanya.


Sukowi mengaku perawatan Erin dengan gajah lain memang berbeda. Erin diperlakuan lebih istimewa. Bukan karena mendapat sorotan media baru-baru ini. Namun perlakuan tersebut sudah diberikan jauh hari sejak Erin dievakuasi.


Setiap pagi Erin dikeluarkan Sukowi dari kandangnya. Sebelum sarapan, Erin dimandikan dahulu di Rumah Sakit Gajah. Dengan kondisi belalai yang pendek Erin harus dibantu diguyur air oleh Sukowi.


Selesai dimandikan barulah Erin diberikan makan. Untuk mecukupi kebutuhan makanannya setiap hari Erin mendapatkan jatah makan sendiri.
Sesekali Sukowi membawakan makanan kesukaan Erin jerami padi yang masih segar. "Kadang badannya kalau siang saya kasih lumpur mas. Biar dingin. Dia kan gak bisa ngasih sendiri,” kata Sukowi.


Setelah mendapatkan jatah makan Erin kemudian diangon oleh sukowi. Tidak seperti gajah pada umumnya yang diangon jauh sampai masuk hutan. Erin hanya diikat di sekitar Rumah Sakit Gajah.


Setelah selesai digembalakan. Pada sore hari sekitar pukul 17:00 Erin dimandikan kembali. Selesai mandi baru kemudian Erin dimasukkan ke kandangnya. Pada malam hari Erin mendapatkan jatah makan lagi. Biasanya diberikan pelepah kelapa yang sudah dicacah dan dibersihkan dari lidinya.


Seperti diberitakan, gajah betina liar berumur kurang lebih empat tahun, Erin harus hidup dengan belalai buntung. Kondisi tersebut dialami Erin setelah belalainya diduga terkena kawat yang dipasang oleh pemburu. Erin diselamatkan oleh Tim Elephant Respon Unit (ERU) pada Juni 2016.


Dengan belalai terpotong tersebut kehidupan Erin sebagai gajah liar sangat memprihatinkan. Erin kerap terpantau ditinggal induk dan kelompok gajah lainnya. Melihat kondisi itu, tim ERU mencoba mengevakuasi Erin.


Meski dengan kondisi yang lemah evakuasi Erin terbilang cukup sulit. Hal tersebut lantaran gajah liar itu kerap berlari dan berhasil bergabung dengan kelompok gajah liar lain.


Meski demikian, Tim ERU Balai Konservasi Taman Nasional Way Kambas terus melakukan pemantauan. Sampai akhirnya Erin ditemukan sendirian dalam keadaan lemas di pinggiran rawa.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore