
Pengunjung yang hembuskan asap vape ke monyet, David (kiri) meminta maaf ke pihak Jawa Timur Park 2.
JawaPos.com - Pengunjung tempat wisata Jatim Park 2 atau Batu Secret Zoo, bernama David, 30, yang meniupkan asap vape ke seekor monyet jenis Red Tailed Guenon asal Afrika akhirnya menyampaikan permintaan maaf ke pihak manajemen Jatim Park, Senin (30/7). Dia pun mengaku ceroboh dan hanya iseng saja melakukan itu.
Pria asli Malang itu mengatakan, dirinya sudah melakukan klarifikasi terkait kesalahannya yang dilakukan Minggu (29/7) sore tersebut. "Sebelumnya saya udah ada permohonan maaf di ig (instagram) pribadi saya. Memang bersifat personel, beum publish ke secret zoo. Makanya saya kesini untuk meminta maaf langsung," ujarnya, Senin (30/7).
Pria yang ternyata juga pecinta binatang itu pun membuat surat pernyataan permohonan maaf secara tertulis, karena penghembusan asap vape tersebut. Dia pun mengaku jika hal yang dilakukan itu tidak pantas dan termasuk tidak terpuji. "Membahayakan hewan tersebut. Saya menyesali dan minta maaf. Ini jadi pelajaran buat saya," kata pecinta anjing tersebut.
David mengaku, dirinya hanya iseng melakukan hal tersebut. "Sebelumnya saya nggak ngerti bisa merugikan hewan. Ini jadi pelajaran buat saya," terangnya.
Sementara itu, General Manager Jatim Park 2, Agus Mulyanto mengatakan, perbuatan itu sangat tidak boleh dilakukan. "Iseng atau apapun, itu tidak boleh," kata dia. Agus menghimbau agar pengunjung lebih cermat lagi ketika berada di tempat wisata.
Dia mengatakan, monyet asal Afrika itu saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Layaknya manusia, lanjut Agus, asap tersebut juga berefek pada monyet. "Terlalu banyak asap berpengaruh ke paru paru dan efeknya jangka panjang," ujarnya.
Sebagai informasi, monyet jenis Red Tailed Guenon mempunyai habitat di dataran rendah, hutan hujan, rawa, hutan akasia, dan hutan pegunungan. Primata ini biasa memakan buah-buahan, daun-daunan dan hewan buruan.
Saat ini, ada sekitar 20 spesies guenon dan mereka sering ditemukan di benua afrika. Biasanya, mereka hidup di dalam kelompok yang berjumlah antara 7-35 ekor, dengan satu pejantan dan banyak betina. Red tailde guenon betina biasanya bertahan di wilayah yang sama selama hidupnya, tetapi pejantan cenderung bermigrasi. Hewan ini tergolong primata berstatus konservasi rentan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
