Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Agustus 2018 | 19.30 WIB

Cerita Dibalik Foto Perempuan Buatan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Karya ODGJ dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Jawa Timur - Image

Karya ODGJ dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Jawa Timur


JawaPos.com - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memang erat dengan stigma menyusahkan lingkungan sekitar. Namun, co-kurator Seni Rupa Lima RSJ, Hendromasto Prasetyo mencoba untuk merubah pandangan itu.


Dengan adanya pameran Aneka Seni Rupa Lima RSJ dalam Festival Bebas Batas, Hendro melihat ini momen yang tepat untuk para ODGJ dapat tampil ke publik, untuk mendobrak pandangan menyusahkan menjadi pandangan apresiasi.


Hendro melihat dirinya mendapat tugas untuk menemani para ODGJ berkegiatan seni. Bahkan yang menarik, Hendro pun berkesempatan berinteraksi langsung menanyakan tujuan dan maksud lukisan-lukisan yang diciptakan.


"Kami kan menemani saya coba tanya maknanya, ada yang bisa menjawab dengan jelas ada yang jawab aku pengen gambar ini tapi saya lihat bentuknya lain. Tetapi ada yang hanya diam, banyak ekspresi," jelasnya di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).


Menurutnya, kebanyakan karya para ODGJ merupakan proses yang spontan, sehingga maknanya diletakkan tidak secara sengaja. Hendro menyebutkan para ODGJ membuat karya dengan bentuk yang spontan, lugas dan jujur. Tidak dibuat-buat dan tidak dikonstruksikan dengan arah yang jelas dan pasti.


"Contohnya yang gambar di situ kepala perempuan. Itu dari RSJ Lawang, Jawa Timur, penciptanya (saya tidak bisa sebutkan namanya), seorang perempuan setengah paruh baya, dia adalah salah satu ODGJ tanpa identitas," kata Hendro.


Perempuan ini ditemukan oleh Dinas Sosial setempat, yang langsung dibawa ke Panti Sosial. Ketika diperiksa, perempuan ini memiliki gangguan jiwa atas pertimbangan itu, perempuan ini pun dibawa langsung ke RSJ Lawang, Jawa Timur dan mendapat perawatan di sana.


"Saat dia menggambar itu kita berasumi dia menggambar muka dia sendiri, lalu kita tanya ternyata dia menunjuk perawat yang senantiasa merawat dia," ungkap Hendro.


"Padahal bentuknya beda, tapi maksudnya itu. Kalau kita nggak nanya nggak mungkin tahu, karena bertanya ya kita tahu arahnya akan kemana," pungkasnya.


Sebagai informasi, ada sekitar 30 lukisan lain yang terpampang di Halte Busway Harmoni dan sekitar 60 lukisan di Bandara Soekarno Hatta dari 30 Agustus-18 September 2018. Untuk melihat karya yang terpilih, pada Oktober mendatang adapula 15 karya yang akan ditampilkan di Galeri Nasional, Jakarta Pusat.


(rgm)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore