
Karya ODGJ dari Rumah Sakit Jiwa Lawang, Jawa Timur
JawaPos.com - Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memang erat dengan stigma menyusahkan lingkungan sekitar. Namun, co-kurator Seni Rupa Lima RSJ, Hendromasto Prasetyo mencoba untuk merubah pandangan itu.
Dengan adanya pameran Aneka Seni Rupa Lima RSJ dalam Festival Bebas Batas, Hendro melihat ini momen yang tepat untuk para ODGJ dapat tampil ke publik, untuk mendobrak pandangan menyusahkan menjadi pandangan apresiasi.
Hendro melihat dirinya mendapat tugas untuk menemani para ODGJ berkegiatan seni. Bahkan yang menarik, Hendro pun berkesempatan berinteraksi langsung menanyakan tujuan dan maksud lukisan-lukisan yang diciptakan.
"Kami kan menemani saya coba tanya maknanya, ada yang bisa menjawab dengan jelas ada yang jawab aku pengen gambar ini tapi saya lihat bentuknya lain. Tetapi ada yang hanya diam, banyak ekspresi," jelasnya di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (31/8).
Menurutnya, kebanyakan karya para ODGJ merupakan proses yang spontan, sehingga maknanya diletakkan tidak secara sengaja. Hendro menyebutkan para ODGJ membuat karya dengan bentuk yang spontan, lugas dan jujur. Tidak dibuat-buat dan tidak dikonstruksikan dengan arah yang jelas dan pasti.
"Contohnya yang gambar di situ kepala perempuan. Itu dari RSJ Lawang, Jawa Timur, penciptanya (saya tidak bisa sebutkan namanya), seorang perempuan setengah paruh baya, dia adalah salah satu ODGJ tanpa identitas," kata Hendro.
Perempuan ini ditemukan oleh Dinas Sosial setempat, yang langsung dibawa ke Panti Sosial. Ketika diperiksa, perempuan ini memiliki gangguan jiwa atas pertimbangan itu, perempuan ini pun dibawa langsung ke RSJ Lawang, Jawa Timur dan mendapat perawatan di sana.
"Saat dia menggambar itu kita berasumi dia menggambar muka dia sendiri, lalu kita tanya ternyata dia menunjuk perawat yang senantiasa merawat dia," ungkap Hendro.
"Padahal bentuknya beda, tapi maksudnya itu. Kalau kita nggak nanya nggak mungkin tahu, karena bertanya ya kita tahu arahnya akan kemana," pungkasnya.
Sebagai informasi, ada sekitar 30 lukisan lain yang terpampang di Halte Busway Harmoni dan sekitar 60 lukisan di Bandara Soekarno Hatta dari 30 Agustus-18 September 2018. Untuk melihat karya yang terpilih, pada Oktober mendatang adapula 15 karya yang akan ditampilkan di Galeri Nasional, Jakarta Pusat.
(rgm)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
