Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 April 2018 | 05.39 WIB

Ketika Mendikbud Jadi Dirigen Lagu Indonesia Raya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjadi dirigen menyanyikan lagu Indonesia Raya saat menghadiri peresmian gedung baru Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Padang, Kamis (26/4) - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menjadi dirigen menyanyikan lagu Indonesia Raya saat menghadiri peresmian gedung baru Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) di Padang, Kamis (26/4)

JawaPos.com - Kunjungan kerja Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy ke Sumatera Barat untuk meresmian gedung baru Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) tampaknya bakal menjadi kenangan berharga, Kamis (26/4). Sebab, sebelum memberikan sambutan, Muhadjir berinisiatif menjadi dirigen untuk memimpin para undangan menyanyikan lagu Indonesia.


Ketika sampai dipanggung, Mendikbud meminta Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan ratusan undangan lainnya untuk berdiri dan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan.


Inisiatif Mendikbud memimpin lagu Indonesia Raya ini berawal dari sambutan yang dibacakan panitia. Sebelum agenda paparan Wakil Gubernur dan Menteri, tidak diselipkan rangakaian menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Atas dasar itu, Muhadjir mengambil alih panggung dan berlagak bak dirigen profesional tanpa ragu.


"Sekali-sekali tidak apa-apa kan? Menteri pimpin lagu Indonesia Raya. Tadi kan lupa," kata Muhadjir.


Dalam paparannya, Muhadjir Effendy menargetkan pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 mendatang dapat dilaksanakan 80 persen siswa SMP/MTs di Indonesia. Angka ini naik dibanding pelaksaan UNBK tahun 2018 yang diikuti 63 persen siswa SMP/MTs. Sementara sisanya, 37 persen siswa masih mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).


Muhadjir mengungkapkan, target perluasan jumlah siswa SMP/MTs yang mengikuti UNBK tidak bisa lepas dari dukungan berbagai pihak, apalagi Pemerintah Daerah.


"Pemda harus lebih sensitif mengatur alokasi anggaran pendidikan di daerah, terutama untuk penambahan sarana prasarana komputer. Apalagi pemerintah pusat sebetulnya sudah mengalirkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) bagi daerah untuk membangun infrastruktur, termasuk untuk pendidikan," katanya.


Selain itu, Muhadjir juga menyebut dua kementerian lain yang punya peran vital dalam sukses-tidaknya UNBK. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) berperan dalam memperluas koneksi internet, terutama untuk daerah-daerah terpencil, dan Kementerian ESDM yang berperan memastikan pasokan listrik aman dalam pelaksanaan ujian.


"Pelaksanaan UN di Padang dan Sumbar secara umum juga lancar," jelas Muhadjir.


Perjalanan pemerintah untuk mewujudkan UNBK 100 persen bagi SMP/MTs memang masih panjang. Sebab, pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan listrilk, khususnya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) belum merata.


Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore