
Pengolahan tinja menjadi air bersih.
JawaPos.com - Pemberitaan mengenai limbah tinja diolah menjadi air bersih ramai dibicarakan masyarakat. Namun, belum begitu jelas, bagaimana caranya tinja menjadi air bisa menjadi layak digunakan. Sang penemu, Andri Oba menjelaskannya bagaimana limbah tinja diolah sedemikan rupa menjadi air bersih.
"Dari peta tabel, bisa dilihat, di tangki ada tiga macam teknologi, yaitu DAF, andritech system, dan posh treatment," tutur Andri Oba kepada JawaPos.com di IPLT Duri Kosambi, Jakarta Barat, Jumat (25/5).
Ia menjelaskan, di dalam masing-masing teknologi, memiliki komponennya sendiri. Seperti, DAF, yang ada chemical box, suspention tank, scraper, dan pressure pump. Lalu andritech system, di dalamnya ada cell clirifier box, lambda separator, dan panel dan posh treatment. Ada pula komponen MMF, catridge, Ultra Filtrasi (UF), dan Effluent Water Box.
Dalam mengubah tinja menjadi air bersih, pertama, tinja yang didapat dimasukkan ke dalam Screen Filter, yakni kolam sedalam 6 meter (m) yang telah disediakan. Disini, pasir, batu, plastik, dan lain-lain dari tinja yang telah diambil dengan truk, akan tertahan. Lalu, tinja ini akan masuk ke dalam sump pit dan dilanjutkan ke chemical reaction tank.
Di chemical reaction tank, tinja akan diberi flokulan dan coagulan. Disini, sebagian polutan akan mengambang dan terurai. Tinja ini lalu disalurkan ke dalam DAF dan akan diolah kembali sebelum menuju Andrich System.
Dari Andrich System, tinja masih diolah dan dibersihkan. Setelah itu, tinja akan dibawa menuju Posh Treatment. Di Posh Treatment, yaitu Multi Media Filter (MMF), tinja akan disaring hingga menjadi air bersih. Air ini, sudah sesuai dengan peraturan Permen KLH No. 68 Tahun 2016.
Air bersih dari MMF ini, ditaruh didalam Effluent Water Box melalui UF. Di UF, air disaring kembali hingga benar-benar bersih. Dan, bila air ingin digunakan kembali, maka air akan dimasukkan kembali ke UF.
"Sementara sisa limbah dari Andrich System dalam mengolah air bersih, akan disimpan ke dalam slury box. Dari sini, sisa limbah akan dibawa menuju De-watering Unit," tuturnya. Disana, sisa limbah kotoran akan diolah menjadi disimpan dalam TPS sementara. Olahan ini, akan menjadi briket, pupuk organik, dan energi.
Ditambah Andri, alatnya ini hanya mengolah limbah tinja saja. Untuk air kotor atau kumuh seperti di Sungai atau selokan, ia mengaku, masih dijajaki. "Untuk air kotor seperti di Sungai atau selokan, baru dijajaki dan baru mau didesain. Kita kemarin baru test fisik ke sana. Untuk air kotor, kita tidak akan melakukan penelitian. Cuma pendekatan saja. Seperti, apa si yang beda? Apakah sama parameter karakter limbah tinja dengan air sungai atau selokan yang kotor? Kalau tidak, kita kembangkan sedikit. Jadi, insya Allah kemungkinan bisa," tuturnya.
Terakhir, Andri mengatakan bahwa air yang dihasilkannya belum bisa diminum. Hal ini untuk mendapatkan air layak konsumsi, perlu proses berkelanjutan. "Konsep awal kita itu green watering, yaitu air sudah bersih dan minimal menggunakan yutility. Jadi bisa digunakan untuk mencuci, menyiram tanaman, pemadam kebakaran, dan lain-lain. Untuk air minum tentu perlu proses lanjutan. Karena disitu ada estetika, bakteri, dan harus memenuhi persyatan dan pengembangan lebih lanjut," tutupnya

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
