Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2018 | 16.50 WIB

Cerita Nur Aisyah, Bocah Lumpuh Bercita-cita Jadi Dokter

Nur Aisyah, 9, harus digendong ibunya menuju ke sekolah. - Image

Nur Aisyah, 9, harus digendong ibunya menuju ke sekolah.

JawaPos.com - Meski memiliki keterbatasan, ternyata gadis cilik bernama Nur isyah mempunyai cita-cita yang tinggi. Ia pun sangat rajin sekolah.


Setiap pagi, Nur Aisyah bergegas untuk berangkat ke sekolahnya. Seragam merah putih dia pakai dengan bantuan sang ibu, Suraidah.


Usai sarapan pagi, Suraidah langsung menggendong Nur Aisyah yang sekarang masih duduk di kelas 3 sekolah dasar. Kemudian, mereka menempuh jarak dua kilometer ke sekolah Aisyah. Aisyah tinggal di Desa Hutabargot Nauli, Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal.


Meski harus menggendong Nur Aisyah yang sudah berusia 9 tahun, Suraidah tetap sabar. Dia tetap mengikuti keinginan Aisyah untuk mendapatkan pendidikan.


"Saya mau jadi dokter om. Mau bantu orang banyak," kata Aisyah, Minggu (4/2).


Suraidah bercerita, anaknya Aisyah sebenarnya lahir dalam keadaan normal. Namun saat berusia enam tahun Aisyah mendapat insiden yang membuatnya lumpuh. Dia jatuh dari tangga dan berujung pada patah tulang.


Pengobatan medis dan tradisional sudah diljalaninya. Namun Aisyah tidak sembuh dan tetap lumpuh. "Anak saya ini aktif sejak kecil. Dia suka bermain dengan anak lainnya di dekat rumah. Sejak jatuh itu berubah total kehidupannya," kata Suraidah.


Meski berbeda dengan anak lainnya, tidak membuat Aisyah patah arang. Dia teap belajar dengan giat. Teman-teman disekolahnya juga sering membantu Aisyah.


Pengakuan guru di sekolah, Aisyah terkadang suka minder dengan teman-temannya. Dia terkadang suka lebih memilih diam dan sesekali memperhatikan temannya bermain.


Secara kualitas, Aisyah tidak berbeda dengan siswa lainnya. Dia bisa memahami materi belajar yang disampaikan gurunya.


"Aisyah ini tergolong siswi yang cerdas. Tapi dia sering minder kalau lihat teman-temannya yang bisa bermain," kata Purnama Harahap guru Aisyah di sekolah.


Sementara itu, Suraidah berharap ada dermawan yang bisa membantu kesembuhan anaknya. Dia juga berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan kondisi warganya.


"Aisyah sudah tidak bisa menjalani perobatan. Biaya kami sudah habis untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kami berharap ada yang peduli dengan Aisyah," pungkas Suraidah.

Editor: Budi Warsito
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore