
Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat memimpin rapat koordinasi Karhutla di BPBD Palembang
JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa, kondisi panas akan semakin meningkat pada enam hari kedepan. Akibatnya, beberapa lahan pun sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal ini, menjadi perhatian khusus Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Itu diungkapkannya saat ditemui di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Selasa (24/7).
Menurutnya, semua kondisi dapat saja terjadi. Karena itu, pihaknya tidak boleh lengah dan harus all out. Karena akan ada Asian Games pada Agustus mendatang.
Menurutnya, saat ini ada beberapa karakter lahan yang ada di Sumsel. Salah satunya yakni lahan gambut. Lahan gambut ini, sangat mudah terbakar. Sehingga, lahan ini harus dalam kondisi lembab untuk mencegahnya.
"Saya tadi lihat kondisi awan cukup baik untuk dilakukan TMC. Sehingga melembabkan kondisi lahan dan bisa mencegah awal untuk sekian harinya," kata Panglima TNI saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla di Sumsel, Selasa (24/7).
Berdasarkan hasil pantauan hari ini, Selasa (24/7), hanya ada satu titik terjadi karhutla yakni di Tulung Selapan. Sedangkan berdasarkan satelit BMKG, kondisi hotspot yang terpantau sebanyak 9 hotspot. Artinya, kondisi di lapangan berbeda dengan pantauan di lapangan.
Namun, kata Hadi semua pihak tidak boleh lengah. Dan pihaknya akan melakukan sejumlah strategi dan mitigasi agar karhutla tidak terjadi dan Asian Games berjalan dengan baik.
"Asian Games ini merupakan harga diri bangsa jadi harus terlaksana dengan baik," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Tri Handoko Seto mengatakan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sudah dilakukan sejak 16 Mei lalu. Namun, memang pada 9 Juli operasi TMC ini dihentikan sementara.
Namun, saat ini pihaknya telah mendapatkan lampu hijau untuk melakukan TMC lagi. "Rencananya kami akan mulai pada Senin depan," katanya.
Menurutnya, potensi ketersediaan awal mulai berkurang sejak pasca lebaran. Namun, pihaknya akan berupaya agar dapat dilakukan TMC.
Pihaknya mencatat, selama bulan Juni pihaknya telah menghasilkan 270 juta butir air. "Nantinya kami fokus untuk melakukan TMC di Timur, Tenggara dan Selatan Palembang," ujarnya.
Saat ini, pihaknya juga telah membuat sebuah peralatan UEFI atau drone alap-alap untuk mengecek kondisi lahan.
Jarak terbang drone ini sendiri mampu mencapai 100 meter dimana mampu terbang selama 7 jam nonstop. Dengan teknologi ini pihaknya optimis dapat melihat kondisi kebakaran dengan jelas dari kejauhan 1500 kaki.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
