Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Juni 2018 | 13.08 WIB

Diduga Bom, Koper Misterius Di RS Mitra Kasih Dibuka Paksa

Tim Penjinak Bom Polda Jabar berhasil membuka paksa koper yang diduga berisi bom di Kota Cimahi, Senin (25/6). - Image

Tim Penjinak Bom Polda Jabar berhasil membuka paksa koper yang diduga berisi bom di Kota Cimahi, Senin (25/6).

JawaPos.com - Dua hari jelang Pilkada Serentak 2018, masyarakat Kota Cimahi digegerkan dengan temuan koper yang diduga berisi bom, Senin (26/6). Persisnya di Rumah Sakit Mitra Kasih, sekitar 50 meter dari Mapolres Cimahi.


Tim Penjinak Bom Polda Jabar langsung turun dan melakukan pemeriksaan. Setelah ditelusuri, isi dari koper bukanlah seperti yang diperkirakan banyak orang.


Kapolsek Cimahi Kompol Indarto mengatakan tak ada benda berbahaya dalam koper."Hanya pakaian dan sandal," kata dia sebagaimana dilansir RMOl Jabar (Jawa Pos Grup).


"Koper misterius tersebut dipastikan aman Jadi yang diduga adanya benda-benda mencurigakan seperti bom tidak ada," lanjutnya.


Setelah dipastikan aman, lanjutnya, tim identifikasi dari Polres membawa barang-barang tersebut akan dibawa ke Polres untuk dijadikan barang bukti.


"Ya, kita juga mengharapkan nantinya pemiliknya bisa ingat kembali kemudian bisa mengambil barang tersebut. Jadi kita jelas barang tersebut milik si A dan isinya juga sudah jelas,"tandasnya.


Koper berwarna abu-abu tersebut pertama kali ditemukan di kantin rumah sakit Sabtu (23/6) sore oleh Muhamad Tegar (17), pekerja kantin setempat.

Berdasar pengakuan Tegar, dia menerima koper dari sepasang suami istri paruh baya. Dia sama sekali tak menaruh curiga dan langsung menerima koper tersebut.


"Koper itu dititip ke saya hari Sabtu kemarin. Kata ibu yang menitip nanti kopernya diambil lagi malam hari. Jadi saya terima karena tidak ada kecurigaan juga," ujar Tegar saat ditemui di tempatnya bekerja, Senin (25/6).


Usai melaporkan koper titipan itu pada bosnya, dia kembali bekerja seperti biasa. Sementara itu, Dian, yang menerima laporan titipan koper, juga tak banyak bertanya mengenai siapa yang menitipkan koper.


Namun karena hari sudah malam dan koper tidak kunjung diambil, suaminya kemudian memutuskan untuk menitipkan koper pada satpam yang langsung menyimpannya di dekat gudang.


"Sama suami dipindahkan karena warung mau tutup. Kalau biasanya yang dititip itu pakaian kotor pasien. Kalau yang ini tidak berani dibuka karena di dalam koper, dan tidak sopan juga kalau dibuka," tandasnya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore