
Warga Badui turun dari gunung membawa hasil panen pertaniannya
JawaPos.com - Warga Badui sangat berterima kasih kepada pemerintah dan bersyukuru kepada Tuhan Semesta Alam. Panen mereka berjalan lancar. Lahan pertaniannya dapat dipanen dengan baik.
Oleh sebab itu mereka menunjukkan rasa syukurnya dengan Ritual Seba. Agar alam ini dapat terjaga, warga Badui meminta pemerintah tetap menjaga ekosistem alam. "Kami bawa hasil panen kami kepada pemerintah, agar mereka membantu kami dalam melestarikan alam beserta ekosistemnya," kata Kepala Adat Suku Badui, Jaro Saija kepada JawaPos.com.
Sejak Jumat (20/4) warga Badui begitu antusias mengikuti serangkaian prosesi Ritual Seba di Alun-alun Serang. Dalam ritual itu warga Suku Badui Dalam maupun Badui Luar membawa hasil panen mereka ke Rangkasbitung setelah berjalan kaki puluhan kilometer dari Desa Kanekes, Lebak. Mereka berjalan dengan kaki telanjang. Tanpa alas. Sepanjang perjalanan warga Badui tidak banyak bicara satu sama lain.
Beberapa warga Badui Dalam berangkat sejak pukul 04.00 pagi pada Jumat (20/4). Sedangkan warga Badi Luar berangkat sejak pukul 13.00 pada hari yang sama menggunakan mobil.
"Kalau Badui Luar memang pakai roda empat, beriring-iringan sekitar 80 mobil. kalau Badui Dalam tetap lakukan jalan kaki, walaupun ditawarkan kendaraan kebanyakan dari mereka tidak mau lakukan itu," kata Jaro Saija.
Ada sekitar 1.388 warga Badui yang mengikuti ritual Seba. Mereka berduyun-duyun turun dari gunung secara berkelompok. Di punggung terdapat beban. Dalam proses ini, mereka membawa hasil untuk para pejabat. Dengan harapan pemerintah ikut melestarikan alam.
Setelah berjalan begitu jauh, sampailah warga Badui di GOR Maulana Yusuf Kota Serang. Mereka menyerahkan beras, ketan, talas, pisang dan hasil panen lainnya kepada Bapak Gede. Sebutan itu merupakan untuk Gubernur Banten Wahidin Halim.
"Kami itu kan nanti akan minta ke Pak Gubernur dan para pejabat lain agar gunung jangan dilebur, lebak (tanah) jangan dirusak, sesaka (pusaka berupa napak tilas) jangan dirubah," jelas Jaro Saija. "Takut, nanti ada longsor, banjir, angin topan, itu saja," tambah Jaro Saija.
Bukan hanya itu, di kesempatan itu pula mereka juga akan melaporkan kerusakan-kerusakan yang terjadi di alam. Supaya hal itu tidak larut menjadi kerusakan yang semakin parah.
Jaro Saija juga menceritakan bahwa sebelum seba, ada dua ritual yang harus dijalani warga Suku Baduy. Kawalu dan Ngelaksa. "Ya ada ritual lain tentunya," katanya menjelaskan.
"Kalau Kawalu itu kita berpuasa, kawalu itu tiga bulan, dan tidak boleh ada masyarakat luar yang berkunjung ke Badui," katanya menegaskan bahwa ini dilakukan agar kesakralan kawalu tetap terjaga.
Kedua adalah Ngalaksa. Ngalaksa adalah membuat tepung dari padi yang baru dipanen. Dibuat menjadi kue atau bubur lalu diberikan kepada para kepala daerah.
"Ya sebenarnya kan Seba itu silaturahmi, tapi masa silaturahmi nggak bawa apa-apa, selain kita mau bawa hasil panen kita, kita bawa juga makanan. Supaya makanan kita dimakan sama pejabat," ujarnya sambil tertawa.
Sore hari telah tiba, sebelum benar-benar lakukan seba, mereka akan mandi di Sungai Cibanten untuk lakukan pembersihan. Nah, ini dilakukan oleh Suku Baduy yang baru pertama kali mengikuti upacara Seba.
Kebanyakan dari mereka yang lakukan ini adalah para remaja, mereka memang mengaku ini pertama kalinya mereka lakukan Seba. "Iya, pertama kali, biar bersih," kata Sarta sambil malu-malu karena tak biasa diwawancara atau disorot kamera.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
