
Aiptu Surono, korban penusukan oleh pemuda pemakai narkoba masih terbaring lemah di RS Antonius, Pontianak, Selasa (1/11).
JawaPos.com - Aiptu Surono tak punya firasat apa-apa ketika melangkah keluar rumahnya untuk bertugas. Niat baiknya malah berujung di rumah sakit.
Anggota Reskrim Polsek Pontianak Barat itu ditusuk pelaku penganiayaan ringan yang hendak dibantunya. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (31/10) pukul 22.00.
Ketika itu Surono yang ditemani koleganya, Ipda Bargoro, mendatangi kediaman Wandi di Jalan Komyos Sudarso, Gang Kasturi, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat.
Diketahui sebelumnya Wandi dilaporkan ke polisi sekitar pukul 21.30 karena telah menganiaya Avif Awaludin pasca keduanya cekcok. Avif mengalami luka ringan akibat penganiayaan itu.
“Korban (Avif) hanya meminta bantuan kepada Polsek untuk dimediasi dan didamaikan antara dirinya dengan pelaku,” jelas Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo, sebagaimana diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (1/11) sore.
Dalam perjalanan menuju rumah kontrakannya Wandi, Surono dan Bargoro berpapasan dengan yang bersangkutan. Tentu saja, Surono yang mengenal baik keluarga Wandi kontan memanggilnya.
“Entah bagaimana, ketika mendekat, tersangka (Wandi) tiba-tiba langsung menusuk Aiptu Surono menggunakan pisau dapur,” ungkap Iwan.
Tusukan senjata tajam yang memang sudah dibawa Wandi itu tepat mengenai bahu sebelah kanan Surono. Bargoro yang melihat Surono terluka parah, tak mau ambil risiko. Ia memilih membawa Surono ke RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie ketimbang menangkap Wandi. Nyawa orang memang lebih penting.
Namun, perdarahan Surono tak kunjung berhenti, sehingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Santo Antonius. Berkat sejumlah keputusan cepat dan tepat yang diambil Bargoro dan pihak rumah sakit, Surono dapat diselamatkan.
Malam itu, lanjut Kapolres Iwan, atasan Surono mengabarinya. “Kapolsek menghubungi saya, bahwa salah satu anggotanya ditusuk oleh tersangka di jalan pada saat anggota Polsek Pontianak Barat berpapasan dengannya,” tuturnya.
Dia pun segera memerintahkan anak buahnya untuk membekuk Wandi. “Ditangkap malam itu juga,” terang Iwan.
Tak cukup sampai di situ, kepolisian menggeledah kediaman Wandi. Di sana, ditemukan sebilah pisau dapur yang ujungnya masih berbekas darah dan diduga sebagai alat untuk menusuk Surono.
Juga didapati alat isap sabu (bong) yang di dalamnya masih ada sisa narkotika tersebut. Pun ditemui paket kecil sabu dalam sebuah kotak rokok di depan pintu rumah kontrakan itu.
Kapolres kemudian menginstruksikan agar urine Wandi dites. Ia curiga reaksi berlebihan dari pelaku akibat memakai Narkotika.
“Dan hasilnya positif. Bahkan, bong dan sisa sabu yang didapatkan pada saat pengeledahan diakui tersangka sebagai miliknya,” beber Iwan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
