Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 November 2016 | 19.39 WIB

Berniat Mendamaikan, Pak Polisi Malah Ditusuk

Aiptu Surono, korban penusukan oleh pemuda pemakai narkoba masih terbaring lemah di RS Antonius, Pontianak, Selasa (1/11). - Image

Aiptu Surono, korban penusukan oleh pemuda pemakai narkoba masih terbaring lemah di RS Antonius, Pontianak, Selasa (1/11).

JawaPos.com - Aiptu Surono tak punya firasat apa-apa ketika melangkah keluar rumahnya untuk bertugas. Niat baiknya malah berujung di rumah sakit.



Anggota Reskrim Polsek Pontianak Barat itu ditusuk pelaku penganiayaan ringan yang hendak dibantunya. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin (31/10) pukul 22.00.



Ketika itu Surono yang ditemani koleganya, Ipda Bargoro, mendatangi kediaman Wandi di Jalan Komyos Sudarso, Gang Kasturi, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat.



Diketahui sebelumnya Wandi dilaporkan ke polisi sekitar pukul 21.30 karena telah menganiaya Avif Awaludin pasca keduanya cekcok. Avif mengalami luka ringan akibat penganiayaan itu.



“Korban (Avif) hanya meminta bantuan kepada Polsek untuk dimediasi dan didamaikan antara dirinya dengan pelaku,” jelas Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Iwan Imam Susilo, sebagaimana diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (1/11) sore.



Dalam perjalanan menuju rumah kontrakannya Wandi, Surono dan Bargoro berpapasan dengan yang bersangkutan. Tentu saja, Surono yang mengenal baik keluarga Wandi kontan memanggilnya.



“Entah bagaimana, ketika mendekat, tersangka (Wandi) tiba-tiba langsung menusuk Aiptu Surono menggunakan pisau dapur,” ungkap Iwan.



Tusukan senjata tajam yang memang sudah dibawa Wandi itu tepat mengenai bahu sebelah kanan Surono. Bargoro yang melihat Surono terluka parah, tak mau ambil risiko. Ia memilih membawa Surono ke RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie ketimbang menangkap Wandi. Nyawa orang memang lebih penting.



Namun, perdarahan Surono tak kunjung berhenti, sehingga akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Santo Antonius. Berkat sejumlah keputusan cepat dan tepat yang diambil Bargoro dan pihak rumah sakit, Surono dapat diselamatkan.



Malam itu, lanjut Kapolres Iwan, atasan Surono mengabarinya. “Kapolsek menghubungi saya, bahwa salah satu anggotanya ditusuk oleh tersangka di jalan pada saat anggota Polsek Pontianak Barat berpapasan dengannya,” tuturnya. 



Dia pun segera memerintahkan anak buahnya untuk membekuk Wandi. “Ditangkap malam itu juga,” terang Iwan.



Tak cukup sampai di situ, kepolisian menggeledah kediaman Wandi. Di sana, ditemukan sebilah pisau dapur yang ujungnya masih berbekas darah dan diduga sebagai alat untuk menusuk Surono.



Juga didapati alat isap sabu (bong) yang di dalamnya masih ada sisa narkotika tersebut. Pun ditemui paket kecil sabu dalam sebuah kotak rokok di depan pintu rumah kontrakan itu.



Kapolres kemudian menginstruksikan agar urine Wandi dites. Ia curiga reaksi berlebihan dari pelaku akibat memakai Narkotika.



“Dan hasilnya positif. Bahkan, bong dan sisa sabu yang didapatkan pada saat pengeledahan diakui tersangka sebagai miliknya,” beber Iwan.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore