
INSPEKSI PENAMPUNGAN: Balai Latihan Kerja Luar Negeri Central Karya Semesta atau PT CKS di Jalan Raya Rajasa Nomor 189, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang diduga menjadi tempat penyekapan 20 TKW.
JawaPos.com - Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Malang Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melakukan inspeksi ke Balai Latihan Kerja Luar Negeri Central Karya Semesta atau PT CKS di Jalan Raya Rajasa Nomor 189, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (17/4).
Inspeksi itu untuk menindaklanjuti kabar yang sebelumnya tengah viral, yakni terkait adanya 20 tenaga kerja wanita (TKW) asal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang dikabarkan terlantar di tempat penampungan tersebut.
"Tidak ada 20 TKW yang disekap, kondisi mereka disini baik-baik saja," ujar Koordinator P4TKI Malang BNP2TKI, Muhammad Iqbal usai melakukan inspeksi ke Balai Latihan Kerja Luar Negeri Central Karya Semesta atau PT CKS di Jalan Raya Rajasa Nomor 189, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Selasa (17/4).
Iqbal sendiri mengaku telah menerima info tersebut sekitar dua hari yang lalu dari staf di kantor unit perwakilan Sumbawa. Info tersebut menyampaikan jika ada beberapa berita dan informasi terkait TKI atas nama Titin. "Di berita disampaikan katanya ada yang menangis ditelantarkan. (makanya) kami cek disini untuk memeriksa kelangkapan proseduralnya," jelasnya.
Pada saat itu pun pihaknya juga memeriksa semua dokumen Titin. "Dokumen penetapannya, tahapan apa yang sudah dilalui. Dia (Titin) disini posisi sudah calling visa. Kalau dia visanya sudah turun itu artinya sudah bermajikan sebenarnya," kata dia.
Seperti diberitakan sebelumnya, Titin minta dipulangkan ke kampung halaman karena merasa ditelantarkan oleh PT CKS. Dia mengaku ditampung berbulan-bulan di ruang tertutup dan pengap.
Iqbal juga mengungkapkan jika pihaknya telah memeriksa sebanyak sembilan orang TKW terkait penyekapan tersebut. Dari kesembilan TKW itu, ada beberapa orang yang ingin mengundurkan diri.
"Ada lima yang ingin mengundurkan diri. Setelah kami perdalam alasannya adalah karena punya masalah keluarga. Sedangkan yang lain masih ingin lanjut dengan segala alasannya," imbuh dia.
Dia menjelaskan, kesembilan TKW tersebut memiliki proses tahapan keberangkatan yang berbeda-beda. Ada yang masih dalam pelatihan, sudah dapat majikan, bahkan juga ada TKW yang sudah dapat majikan namun menolak untuk berangkat.
Iqbal menambahkan, ada beberapa prosedural yang harus dijalani apabilan TKI ingin mengundurkan diri. Hal itu sesuai dengan perjanjian penempatan yang telah ditandatangani dan disahkan oleh kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) setempat sesuai domisili TKI.
"Ada beberapa kewajiban yang harus dilakukan terutama di pasal 15-16. Yakni apabila TKI mengundurkan diri dia harus melunasi biaya penempatan yang sudah dikeluarkan disertai dengan bukti bukti yang sah dari PT. Jadi PT juga tidak boleh meminta dengan sembarangan," ungkapnya.
Nominal biaya tersebut muncul setelah melalui proses penghitungan. Jumlah nominal yang harus dibayarkan masing-masing TKI pun berbeda-beda. Pasalnya, nominal tersebut dihitung sesuai interval masuknya TKW.
Saat ini, Iqbal mengaku pihaknya telah meminta PT CKS untuk segera menyelesaikan masalah ini. Sehingga kabar TKW terlantar tidak berkembang kemana-mana dan menimbulkan kegaduhan.
"Ini tentunya akan kami monitor. Saya minta harus segera ditindak lanjuti oleh PT. Tadi saya belum sampai membahas ke arah nominal," tandasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
