
Ilustrasi longsor
JawaPos.com - Hari pertama 2018, sejumlah objek wisata masih diramaikan dengan pengunjung. Namun di balik keceriaan itu ada petaka besar yang melanda objek Wisata Lembah Harau di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Senin (1/1) sore, sekitar pukul 16.00 WIB, objek wisata itu dilanda longsor. Sebanyak 10 wisatawan asal Kabupaten Agam, Sumbar, dan XIII Koto Kampar, Riau, sempat terjebak. Peristiwa itu dipicu hujan deras yang melanda kawasan Limapuluh Kota sejak paginya.
”Iya Mas, tadi sore (kemarin, Red) ada longsor di Lembah Harau. Ada pohon tumbang juga, menimpa tiang listrik,” ujar Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis membenarkan saat dihubungi Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Senin malam (1/1).
Informasi yang dirangkum, longsor di Lembah Harau terjadi di kawasan tangga panorama air terjun Akar Berayun. Air terjun Akar Berayun itu termasuk air terjun yang sering dikunjungi wisatawan karena letaknya yang sangat strategis.
Di samping air terjun Akar Berayun, ada jenjang atau tangga yang terbuat dari tembok dengan kondisi sudah licin dan bersemak-semak. Dari atas tangga itulah, wisatawan sering menikmati keindahan panorama air terjun Akar Berayun.
Nah, kawasan tangga panorama Akar Berayun inilah yang kemarin sore, dilanda longsor. “Iya, longsor terjadi dekat tangga air terjun Akar Berayun itu. Kejadiannya, pas saat hujan turun deras. Tapi, tak ada korban jiwa. Memang ada 10 wisatawan yang terjebak longsor, namun semuanya dalam kondisi selamat,” kata AKBP Haris Hadis.
Plt Kepala BPBD Limapuluh Kota Hendri Yoni pun kepada wartawan membenarkan kejadian tersebut. “Memang ada longsor di Harau, di tebing jenjang objek wisata. Tapi, tidak mengganggu akses jalan utama,” kata Hendri.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Limapuluh Kota Irwandi yang ikut mengerahkan anggotanya ke lokasi menyebutkan, material longsoran tangga air terjun Akar Barayun tidak terlalu banyak. Hanya saja, saat longsor terjadi 10 wisatawan sedang di lokasi kejadian.
Kesepuluh wisatawan itu tidak bisa turun karena tangga yang tadinya mereka lewati terhalang pohon kayu dan ditimbun tanah. Dari sepuluh wisatawan itu, delapan orang berasal dari Kabupaten Agam dan dua orang dari Kecamatan XIII Koto Kampar, Provinsi Riau.
“Delapan orang yang berasal dari Agam, terdiri atas 6 perempuan dan dua laki-laki. Tapi, mereka merupakan satu keluarga. Mereka inilah yang sempat terperangkap longsor dan diselamatkan tim reaksi cepat BPBD, Damkar, Sosial, kepolisian, dan TNI, tanpa luka gores sedikit pun. Sedangkan dua orang yang berasal dari Kampar berhasil keluar duluan sebelum tim datang,” kata Irwandi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
