Istri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Shinta Agathia Soedjoko saat mengunjungi bazar Ramadhand di Lombok Tengah. (Istimewa)
JawaPos.com - Istri Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Shinta Agathia Soedjoko bersama Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB, Baiq Mulianah membuka Semarak Bazar Ramadan, di Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
Acara yang diselenggarakan bersama Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC), Inotek dan mitra lokal diikuti 40 pelaku UMKM. Lokasi bazar ini berada di lahan pasar tematik milik pemerintah desa. Lokasi ini dipilih karena mudah diakses warga.
Berbagai jenis kuliner khas Suku Sasak ditawarkan kepada warga. Antara lain, minuman jamu mule gati, bakso rumput laut, sate jamur, nasi ebatan, sate pusut, hingga ayam rangkat khas desa ini.
Untuk membeli produk-produk di bazar, pengunjung harus menukarkan uang mereka dengan kepeng kayu di pintu masuk terlebih dahulu.
Shinta, yang juga ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, berkeliling melihat produk-produk yang dijual. Dia mengajak masyarakat berdatangan dan membela dagangan yang ada.
“Selain memudahkan kita yang di rumah, juga untuk membantu masyarakat (UMKM) di sini, membantu perekonomian agar lebih baik lagi,” kata Shinta.
Di tempat sama, Triyanto, selaku penanggung jawab Semarak Bazar Ramadhan menambahkan, melalui acara ini diharapkan para UMKM bisa lebih diberdayakan. Terutama yang bergerak di bidang makanan, kerajinan tangan, hingga jasa pijat kesehatan.
“Bazar ini ada karena melihat potensi lokal di sini bagus, dan juga Bilabante ini sebagai desa wisata, jadi bagaimana agar UMKM lokal bisa maju, salah satunya melalui bazar ini,” kata Triyanto.
Salah satu daya tarik uniknya adalah sistem transaksi yang menggunakan mata uang koin kayu bernama kepeng untuk memudahkan pemantauan omzet penjualan. Selain menggerakkan roda ekonomi desa, inisiatif ini berhasil mengaktifkan kembali lahan terbengkalai menjadi pusat kegiatan produktif masyarakat.
Melalui program ini, pemerintah desa dan penyelenggara berupaya menyinergikan potensi pariwisata lokal dengan kemajuan digital marketing para pelaku usaha kecil.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
