Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Juli 2018 | 00.17 WIB

Pedagang Besar Diduga Mainkan Harga Telur

MAHAL: Harga telur mengalami kenaikan setiap hari. - Image

MAHAL: Harga telur mengalami kenaikan setiap hari.

JawaPos.com - Sejak seminggu belakangan, harga telur ayam di Kabupaten Malang mengalami peningkatan drastis. Bahkan harganya menyentuh Rp 28 ribu per kilogram.


Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang Kusmantoro Widodo memiliki pandangan tersendiri terkait persoalan tersebut. Menurutnya, kenaikan harga telur yang cukup tinggi disebabkan adanya permainan di tingkat pedagang.


Diduga, pedagang tidak langsung menyalurkan barang ke pasar. Melainkan melalui pihak ketiga terlebih dahulu dan baru masuk pasar. Sehingga rantainya menjadi lebih panjang.


"Kami melihat ada permainan-permainan dari kawan-kawan pedagang, pedagang besar," beber Kusmantoro ditemui di kompleks Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (16/7).


Anggota Fraksi Golkar itu menambahkan, seharusnya kenaikan harga telur tidak terjadi di Kabupaten Malang. Sebab jika dilihat dari jumlah peternak di Kabupaten Malang, mestinya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Sebetulnya cukuplah. Karena pengelolaanya juga baik selama ini," sambungnya.


Telur memang tidak termasuk dalam ranah tim Satgas Pangan. Karena tidak termasuk dalam sembilan bahan pokok. Namun jika tim Satgas Pangan turun tangan untuk ikut membantu mengatasi persoalan kenaikan harga, tentu akan lebih baik. "Kalau Satgas Pangan ditambah beban pengawas telur, saya rasa bagus," terang Kusmantoro.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore