
Kondisi salah satu desa di wilayah kecamatan Pronojiwo, Lumajang, yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Kamis (20/11/2025). (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) sore berdampak cukup parah di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pronojiwo dan Kecamatan Candipuro. Akibatnya, sebanyak 200 rumah warga rusak. 21 di antaranya rusak parah.
"Banyak yang tertimbun, sebagaimana informasi tokoh masyarakat kurang lebih ada 200 rumah, tetapi sesuai data kita, yang rusak parah itu 21 rumah," tutur Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, Kamis (20/11).
Ia menyebut keseluruhan bangunan yang rusak berada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Selain rumah, material vulkanik erupsi Gunung Semeru juga menghantam fasilitas umum.
"Untuk terdata yang rusak paling parah itu 21 rumah di Sumbersari tadi, dengan satu sekolah, yakni SDN 2 Supiturang dan musala," imbuh Gatot ketika meninjau Jembatan Gladak Perak yang sempat ditutup karena erupsi.
Bukan cuma bangunan, ratusan hewan ternak milik warga setempat juga dilaporkan mati karena terkena material vulkanik Erupsi Gunung Semeru, yakni 4 ekor sapi dan 120 ekor kambing.
Salah satunya milik Nisman. Warga Desa Supiturang itu hanya bisa tertunduk lesu mengetahui rumah dan hewan ternaknya menjadi korban bencana alam erupsi Gunung Semeru.
"Iya kena (material vulkanik) rumahku habis, kambing hewan ternak juga (mati)," tutur kakek berusia lebih dari 70 tahun itu di posko pengungsian SD Negeri Supiturang 4, Lumajang, Kamis (20/11).
Hingga kini, jalan penghubung antara Dusun Sumbersari dan Dusun Gumukmas di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo masih ditutup. Rumah hingga ladang milik warga luluh lantak disapu material vulkanik.
Terjadi Erupsi Gunung Semeru pada Rabu (19/11) pukul 14.13 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter di atas puncak atau 5.676 MDPL.
Awan panas berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik.
BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan ada dua kecamatan yang terdampak, yakni Pronojiwo dan Candipuro. Data sementara, sebanyak 956 warga mengungsi. Pendataan masih berlangsung.
Para pengungsi tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya SD 04 Supiturang, Balai Desa Oro-oro Ombo, Masjid Ar-Rahman, SD Sumberurip 02, Rumah Kepala Desa Sumbernujur, dan Kantor Kecamatan Candipuro.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
