
Ilustrasi pemukulan. Dok. JawaPos
JawaPos.com - Kodam XII/Tanjungpura mengungkap alasan dan motif Letda FA memukul seorang driver ojek online (ojol) di jalan raya yang berada di wilayah Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Berdasar hasil pendalaman yang sudah dilaksanakan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) XII/Tanjungpura, Letda FA emosi karena diklakson oleh korban.
Wakil Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Letkol Infanteri Agung W. Palupi menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media. Dia menyampaikan bahwa sebelum peristiwa pemukulan driver ojol terjadi, Letda FA tengah berada dalam mobil untuk mengantar anaknya ke rumah sakit. Saat itu, perwira pertama TNI AD tersebut sedang bersama keluarganya.
”Jadi, itu kejadiannya saat yang bersangkutan itu mengantar anak ke rumah sakit di dalam mobil ada keluarganya. Sehingga kalut, emosi, terjadi pemukulan. Motifnya itu saja,” kata dia.
Letkol Agung menyatakan bahwa Letda FA tidak mampu mengontrol emosi setelah kendaraannya diklakson oleh driver ojol yang menjadi korban. Menurut Letkol Agung, saat itu Letda FA hendak putar balik. Sebelum putar balik, yang bersangkutan memundurkan kendaraannya. Tepat di belakang kendaraan itu ada driver ojol yang menjadi korban. Dia membunyikan klakson agar tidak tertabrak.
”Informasi saya dapat, dia (Letda FA) mau putar balik, mundur dulu tapi. Di belakang itu ada Pak Teguh (korban) yang otomatis reflek juga membunyikan klakson, (untuk mengingatkan jangan terlalu mundur takut tertabrak motornya,” imbuhnya.
Namun demikian, yang terjadi setelah itu justru Letda FA turun dari kendaraannya. Dia menghampiri korban dan langsung melayangkan pukulan. Akibatnya korban mengalami luka-luka, termasuk patah pada bagian hidung. Hingga saat ini, Letda FA masih menjalani pemeriksaan. Meski sudah meminta maaf kepada korban, namun proses hukum tetap berjalan.
”Di pomdam masih proses pemeriksaan sambil menunggu visum (korban),” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Yusri Nuryanto menyampaikan bahwa permohonan maaf dan keputusan untuk berdamai tidak lantas menghentikan proses hukum. Semua tetap berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di TNI.
”Jadi, perlu saya sampaikan bahwa Kedua belah pihak sudah berdamai. Mungkin (pemukulan) itu kan terjadinya di jalan. Di jalan mungkin karena emosi atau apa sehingga terjadi pemukulan. Sebenarnya itu tidak boleh. Tapi, kedua belah pihak sudah berdamai. Tetapi, proses penyidikan berjalan, berlanjut,” kata dia tegas.
Tidak hanya itu, Yusri sudah mengingatkan kepada seluruh komandan satuan (dansat) di seluruh Indonesia untuk terus memastikan para prajurit TNI tidak terlibat masalah. Apalagi sampai terjadi selisih paham dengan masyarakat dan terjadi pelanggaran hukum pidana.
”Itu yang sudah kami laksanakan selama ini,” terang jenderal bintang dua TNI AD tersebut.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
