
Ilustrasi ikan belida, ikan legenda dari sungai Musi yang terkenal sebagai bahan kuliner olahan ikan khas Bumi Sriwijaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Palembang, ikan belida bukan sekadar hewan air tawar.
Ikan dengan tubuh pipih memanjang ini telah lama menjadi ikon Sungai Musi sekaligus bahan utama berbagai hidangan tradisional khas Palembang. Mulai dari pempek, tekwan, hingga kerupuk khas Palembang.
Ikan belida masuk ke dalam famili Notopteridae. Ikan ini dikenal luas di Asia Tenggara dan Indonesia.
Di tanah air, spesiesnya terbagi menjadi empat: Belida Jawa (Notopterus notopterus), Belida Sumatra (Chitala hypselonotus), Belida Borneo (Chitala borneensis), dan Belida Lopis (Chitala lopis).
Dari keempatnya, Belida Sumatra menjadi yang paling populer karena sejak lama dimanfaatkan untuk kuliner. Siapa penggemar pempek khas palembang yang tak kenal kelezatannya.
Tubuhnya yang berdaging lembut membuat ikan belida sangat cocok dijadikan bahan baku pempek. Teksturnya kenyal dan cita rasanya gurih. Berbeda dengan pempek berbahan ikan tenggiri atau gabus yang kini lebih sering dijumpai.
Namun karena populasinya kian langka, masyarakat perlahan mengganti bahan dasar pempek dari belida ke jenis ikan lain.
Selain pempek, daging ikan belida juga digunakan untuk membuat tekwan, model (sup bakso ikan khas Palembang), dan kerupuk kemplang.
Di masa lalu, belida sangat mudah didapatkan nelayan di Sungai Musi, sehingga hampir semua rumah tangga di Palembang akrab dengan olahan belida.
Kini, hidangan berbahan ikan belida lebih jarang ditemui. Selain karena harganya mahal akibat kelangkaan, pemerintah juga melarang penangkapan belida di alam liar untuk menjaga kelestariannya.
Sayangnya, populasi belida terus menyusut akibat penangkapan berlebihan dan rusaknya habitat sungai. Bahkan pada 2020, Belida Lopis sempat dinyatakan punah (extinct) sebelum ditemukan kembali oleh peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sejak 2022, melalui Perpres No. 34, ikan belida masuk kategori satwa dilindungi. Itu berarti penangkapannya hanya boleh untuk riset, bukan konsumsi.
Berbagai program konservasi kini digerakkan, salah satunya oleh Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui inisiatif Belida Musi Lestari sejak 2019.
Bersama BRIN, pemerintah daerah, dan kelompok pembudidaya ikan, KPI mengembangkan teknik pemijahan semi-buatan agar belida bisa berkembang biak di luar habitat aslinya.
Hasilnya, ratusan telur berhasil ditetaskan menjadi generasi baru ikan belida. Inovasi seperti penggunaan media bertelur dari limbah pipa dan kayu juga dilakukan untuk meniru habitat alami ikan yang suka menempelkan telurnya di akar pohon.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
