
Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), yang menjadi sumber energi dan irigasi utama di wilayah selatan Jateng, menghadapi tekanan serius. (ANTARA)
JawaPos.com - Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah (Jateng), yang menjadi sumber energi dan irigasi utama di wilayah selatan Jateng, menghadapi tekanan serius. Sedimentasi mencapai 3,2 juta meter kubik per tahun, limpasan sampah rumah tangga hingga 70 ton, serta prevalensi stunting menyentuh 11 persen balita di wilayah sekitar.
Kondisi ini menjadi latar belakang lahirnya program inovasi sosial "Gajah Mungkur" sebagai gerakan kolaboratif, yang mengintegrasikan pengelolaan sampah, konservasi ekosistem, dan pemberdayaan masyarakat sekitar Waduk Gajah Mungkur. "Program ini menjadi jawaban atas tantangan multidimensi yang selama ini membayangi kawasan strategis tersebut," kata Direktur Utama PT PLN Indonesia Power (PLN IP) Bernadus Sudarmanta, dikutip dari Antara, Senin (1/9).
Menurut Bernadus, program ini dirancang sebagai strategi sosial-lingkungan berbasis ekonomi sirkular, dengan pendekatan empat pilar yakni pengelolaan sampah melalui budi daya maggot dan digitalisasi bank sampah; penguatan gizi anak lewat program PMT (pemberian makanan tambahan) dan TPA (Taman Pendidikan Anak) Tamasya; integrasi kelompok pemancing dengan UMKM pengolah ikan lokal; serta konservasi waduk melalui penanaman pohon dan restocking benih ikan.
"Kami tidak hanya membangkitkan listrik, kami membangkitkan kehidupan. Gajah Mungkur adalah wujud nyata dari strategi keberlanjutan PLN Indonesia Power yang mengedepankan inovasi sosial sebagai bagian dari transformasi energi," tuturnya.
Bernadus melanjutkan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari di Desa Pokoh Kidul telah memproduksi ribuan gram telur maggot sekaligus memanen sayuran organik bernilai ekonomi.
Lalu, Bank Sampah Manjung Berkah, yang kini menaungi 10 bank sampah desa, aktif mengelola limbah anorganik dan menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi ratusan warga. Sementara itu, UMKM pengolah ikan lokal mampu meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar berkat fasilitasi, pendampingan, dan penguatan usaha dari PLTA Wonogiri.
"Peningkatan ini tidak hanya memperkuat rantai pasok pangan, tetapi juga membuka sumber penghidupan baru yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat sekitar waduk," ujarnya.
Program ini juga menyentuh ranah pendidikan dan kesehatan anak. Produk pertanian dan peternakan dari KWT Lestari disalurkan untuk mendukung program PMT di Posyandu. Selain itu, sebanyak 29 anak di TPA Permata Hati mendapat intervensi gizi, pemeriksaan kesehatan rutin, serta dukungan alat edukatif sebagai bagian dari upaya menekan prevalensi stunting di wilayah Wonogiri.
"Gajah Mungkur adalah model pembangunan berkelanjutan yang menggabungkan kekuatan lima unsur pentaheliks yakni akademisi, pemerintah, masyarakat, media, dan korporasi. Dengan roadmap lima tahun yang mencakup edukasi, penguatan kelembagaan, diversifikasi usaha, hingga replikasi program, PLN Indonesia Power menegaskan bahwa keberlanjutan adalah bagian dari DNA perusahaan," pungkas Bernadus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
