
Evakuasi jenazah salah satu korban meninggal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Muncar. (Dokumentasi Pos AL Banyuwangi)
JawaPos.com - Dua jenazah yang diduga penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, ditemukan oleh nelayan setempat pada hari keempat operasi pencarian, Minggu (6/7).
Dua jenazah tersebut ditemukan di wilayah Muncar, Banyuwangi. Tepatnya di Perairan Senggrong pada Minggu sore. Saat pertama kali ditemukan, kondisi jenazah sudah membusuk dan identitasnya tak dapat dikenali.
Kepala Unit (Kanit) Satpolairud Muncar, Bripka I Wayan Wedhana mengatakan bahwa kedua jenazah yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan nelayan dalam waktu terpisah.
“Dua jenazah ditemukan oleh nelayan Muncar. Satu jenazah berjenis kelamin laki-laki ditemukan di laut sekitar (Minggu) pukul 16.00 WITA," tutur Bripka Wayan, dikutip dari Radar Banyuwangi, Jawa Pos Group, Minggu (6/7).
Satu jenazah tersebut kemudian dibawa ke Pelabuhan Muncar dan diangkut ke Puskesmas Kedungrejo menggunakan ambulans milik TNI AL. “Dibawa ke Puskesmas Kedungrejo untuk identifikasi,” sambungnya.
Sementara itu, Koordinator PPGD Puskesmas Kedungrejo, Arjudin membenarkan satu jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Kedungreja, selanjutnya dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi untuk pemeriksaan lanjutan.
“Mayatnya itu berjenis kelamin laki-laki. Tadi habis maghrib dikirim ke RSUD Blambangan, menggunakan ambulans Puskesmas Kedungrejo dan dikawal tim SAR," ucap Arjudin.
Sementara untuk jenazah kedua, masih dievakuasi tim SAR untuk dibawa ke Pelabuhan Muncar. Arjudin menyebut tidak tahu apakah jenazah yang kedua akan dibawa ke Puskesmas Kedungrejo atau tidak.
“Katanya jenazah yang satu masih dalam perjalanan di laut, nanti akan dibawa dengan ambulans milik TNI AL,” tukasnya.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Berdasarkan data Manifest, saat kejadian, KMP Tunu Pratama Jaya tengah membawa 65 orang, yakni 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Dengan temuan ini, korban KMP Tunu Pratama Jaya yang sudah ditemukan berjumlah 39 orang, dengan rincian 9 korban meninggal dunia dan 30 korban selamat. Sementara 26 korban lainnya masih belum ditemukan. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
