Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 September 2018 | 21.38 WIB

Pakai 'Tuyul', 11 Ribuan Akun Grab Car Diberangus

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, saat memberikan keterangan terkait pemblokiran akun Grab Car yang gunakan - Image

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, saat memberikan keterangan terkait pemblokiran akun Grab Car yang gunakan

JawaPos.com - Sebanyak 11 ribu lebih akun pengemudi Grab Car yang menggunakan 'tuyul' diblokir Grab Indonesia. Pihak Grab memastikan pemilik akun nakal itu tidak bisa lagi mendaftarkan diri sebagai mitra layanan aplikasi transportasi online ini.


Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menegaskan para driver nakal tersebut kerap bertindak curang dengan cara mengorder transportasi online secara fiktif dengan istilah tembak orderan atau 'tuyul'.


Menurutnya, pemblokiran 11.000 lebih akun fiktif yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia itu sebagai upaya memproteksi driver Grab jujur. Disamping itu, cara tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan driver bereputasi baik yang selama ini dirugikan driver nakal.


"Orderan fiktif dengan menggunakan tuyul ini membuat rugi Grab, tapi mitra Grab yakni driver pun dirugikan. Akun yang terbukti order fiktif itu sudah nggak bisa masuk ke sistem kami lagi," ujarnya di Kantor Grab Indonesia di Maspion Plaza Jakarta Utara, Kamis (13/9).


Menurut Ridzki, dirinya sudah merekap data belasan ribu lebih akun yang terbukti berbuat curang dari kategori sedang hingga pelanggaran berat. Disebutkan, pemblokiran akun driver Grab diantara melakukan pelanggaran berupa penerimaan booking order yang palsu, menggunakan aplikasi tambahan lain, pakai Fake GPS, hingga pengemudi yang tidak menggunakan akunnya alias driver bodong.


"Kami tidak bisa memproses semua satu per satu datanya masuk ke kepolisian. Akan tetapi, kami punya datanya," tegas Ridzki.


Dia menegaskan, belasan ribu akun driver fiktif Grab Car itu tidak diberi ruang untuk dibuka kembali. Mengingat sebelumnya pihak Grab pernah memberikan kesempatan kepada mereka masuk lagi, akan tetapi orderan fiktif masih saja terjadi.


"Kesalahan kami dulu memberikan kesempatan kepada mereka (driver bermasalah) masuk ke sistem. Sekarang sudah tidak bisa. Kami menghargai driver yang jujur," katanya.


Bahkan, kata Ridzki, pemblokiran akun oleh pihak manajemen melalui peringatan notifikasi. Dimana pemilik akun akan mendapat status sesuai tingkat pelanggarannya. "Pemblokiran melalui notifikasi. Bahkan ada amnesti juga. Kalau pelanggarannya tinggi, kami langsung blokir," ujarnya.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore