Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Mei 2025 | 18.03 WIB

Atas Permintaan Bupati dan Tokoh Masyarakat, TNI Tarik Pasukan dari Kampung Sugapa Lama Sejak 15 Mei

Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi. (Puspen TNI) - Image

Kapuspen TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi. (Puspen TNI)

JawaPos.com-TNI memastikan bahwa mereka sudah menarik pasukan dari dari Kampung Sugapa Lama, Distrik Hitadipa, Intan Jaya, Papua Tengah. Keputusan itu diambil sejak Kamis (15/5).

TNI menarik pasukan mereka atas permintaan bupati dan tokoh masyarakat setempat.  Keterangan itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyikapi beredarnya surat terbuka atas nama Antonia Hilaria Wandagau.

Dalam surat terbuka tersebut disampaikan bahwa TNI telah menembak dan membunuh perempuan bernama Mama Hertina Mirip.

”Itu murni hoax yang dirancang untuk membentuk opini sesat bahwa TNI membunuh warga Papua. Faktanya, sejak 15 Mei 2025, TNI sudah ditarik dari Kampung Sugapa Lama atas permintaan bupati dan tokoh masyarakat setempat,” ujar Kristomei Sianturi.

Setelah pasukan TNI meninggalkan kampung Sugapa Lama, Mama Hertina dikabarkan hilang dari posko pengungsian. Dia hilang sejak 18 Mei.

Menurut warga dia kembali ke kampung asalnya, Jaindapa. Dalam perjalanan itu, dia dicegat dan ditembak kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah kendali Daniel Aibon Kogoya.

”Klaim bahwa Mama Hertina memiliki anak adalah tidak benar. Berdasar keterangan warga dan tokoh adat, Mama Hertina tidak memiliki keturunan, dan nama Antonia Hilaria Wandagau (yang  ada dalam surat terbuka dan mengaku anak Mama Hertina) tidak dikenal masyarakat sekitar,” imbuh Kristomei Sianturi. 

Atas beredarnya informasi tersebut, Kristomei mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada narasi fitnah. Apalagi yang terjadi justru menunjukkan kekejaman kelompok separatis OPM. Mereka yang menebar teror terhadap warga sipil. 

”Setiap upaya adu domba antara aparat dan masyarakat adalah bagian dari strategi kelompok separatis untuk melemahkan kepercayaan publik. Jangan terprovokasi,” tegas Kristomei Sianturi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore