
Ilustrasi
JawaPos.com - Helikopter jeni Bell 412 EP-AH dikabarkan hilang kontak kemarin. Heli milik TNI AD yang hilang kontak ini turut dibenarkan Kepala Bandara Kolonel RA Bessing Malinau Hundoyo.
Radar Tarakan (Jawa Pos group) melaporkan, helikopter yang terbang dari Tarakan menuju Long Bawan ini mengangkut logistik ke pos perbatasan.
Meski demikian, Hundoyo belum bisa menjelaskan terlalu detail karena informasi yang diketahuinya masih simpang siur. Bahkan, hingga pukul 23.00 Wita tadi malam belum ada informasi mengenai titik koordinat keberadaan helikopter ini.
Hundoyo sendiri mendapat laporan keberangkatan helikopter tersebut dari bandara Juwata Tarakan sekitar pukul 10.54 dengan tujuan ke Long Bawan. Kontak pertama dengan Tower Bandara Malinau berpamitan berangkat dari Tarakan. Kemudian kontak terakhir dengan Tower Bandara Malinau sekitar pukul 11.29 Wita.
Setelah 10 menit kemudian, kata Hundoyo, seharusnya pilotnya sudah ada hubungan komunikasi langsung dengan Bandara Long Bawan. Namun, petugas Bandara Long Bawan mengaku belum mendapat informasi apa-apa terkait pendaratan heli tersebut.
“Jangankan landing, kontak pertama saja belum hingga malam ini,” kata Hundoyo kepada media ini melalui telpon selulernya malam tadi, sembari mengatakan heli tersebut terbang dengan ketinggian sekitar 4.500 feet atau sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (DPL).
Menurut jadwal, kata Hundoyo, jika terbang sekitar pukul 11.00 waktu setempat seharusnya sampai di Long Bawan itu pukul 11.50 atau 12.00. Namun setelah kontak dari Tower Malinau ternyata tidak ada lagi kabar, apakah sudah landing atau belum dari Long Bawan.
“Setelah melakukan kontak ke Bandara Long Bawan dan ternyata tidak ada sama sekali komunikasi dengan pilot helikopter. Akhirnya dinyatakan lost contact, karena di Long Bawan menyatakan tidak ada kontak sama sekali,” ujarnya.
Hundoyo berharap peristiwa lost contact ini tidak menjadi sebuah musibah. Karena sebelumnya juga pernah terjadi lost contact dengan keberangkatan dari Tarakan tujuan di Pos Bulan.
Beruntung, helikopter ternyata mendarat darurat di lapangan bola sebuah kampung yaitu di Long Sulit, karena ada kendala mesin. Setelah perbaikan selesai, besoknya langsung terbang lagi kembali ke Tarakan.
“Harapan kami, yang ini mudah-mudahan juga hanya mendarat darurat karena ada trouble di mesin atau radionya saja yang tidak bisa menjangkau komunikasi. Tapi bukan berarti suatu musibah,” harapnya.
Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto saat dihubungi Jawa Pos (induk Jawa Pos Group) membenarkan perihal insiden hilangnya helikopter milik TNI AD saat menjalankannya tugas. Namun, dia menyatakan bahwa status heli tersebut adalah loss contact.
"Belum kami nyatakan jatuh, hanya loss contact karena di kawasan hilangnya komunikasi memang sulit melakukan komunikasi," ujarnya. (ida/dod/aan/ddq/fab/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
