
Gubenur Khofifah saat menghadiri Sidang Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (28/4). (Pemprov Jatim).
JawaPos.com — Pemprov Jawa Timur terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui program beasiswa yang diberikan kepada ribuan mahasiswa di berbagai jenjang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, dalam enam tahun terakhir, Pemprov Jatim telah menggelontorkan beasiswa kepada 6.846 mahasiswa mulai dari S1 hingga S3.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Sidang Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) di Universitas Islam Malang (Unisma), Senin (28/4). Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi promovendus Ali Wafa S.Pd.I, M.Pd, penerima beasiswa S3 dari Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Provinsi Jatim, yang berhasil mempertahankan disertasinya berjudul "Survival Pesantren di Tengah Masyarakat Plural" dengan nilai A.
“Alhamdulillah, hari ini kami hadir dalam sidang doktoral saudara Ali Wafa, penerima beasiswa dari LPPD Pemprov Jatim. Ia mendapatkan dukungan penuh untuk menyelesaikan studi S3-nya," kata Khofifah.
Lebih lanjut, Khofifah merinci bahwa sejak 2019 hingga 2024, Pemprov Jatim telah memberikan beasiswa kepada 5.653 mahasiswa untuk program S1, S2, dan S3. Sementara khusus untuk tahun 2025, Pemprov kembali mengucurkan beasiswa kepada 1.190 mahasiswa, terdiri atas 518 mahasiswa S1, 225 mahasiswa S2, 40 mahasiswa S3, 380 penerima program magister luar negeri (M1), dan 30 penerima beasiswa untuk program S2 di Al Azhar Kairo, Mesir.
Khusus penerima program beasiswa S3, hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 130 orang yang telah mendapatkan beasiswa. Program ini dimulai pada 2022 dengan 40 penerima, berlanjut 40 penerima pada 2023, dan bertambah menjadi 50 penerima pada 2024.
Khofifah juga menekankan pentingnya pendidikan Islam multikultural dalam menjaga harmonisasi sosial di tengah keberagaman. Ia mengajak civitas akademika untuk terus mengembangkan kajian multikulturalisme agar mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan peradaban global.
"Kita harus mampu menciptakan keseimbangan baru atas kontraksi dunia, baik di bidang ekonomi, politik, sosial maupun budaya," ujarnya.
Menurut Khofifah, pendekatan pendidikan multikultural menjadi sangat penting, mengingat benturan peradaban (clash of civilization) bisa terjadi kapan saja. Ia berharap, kajian seperti yang diangkat dalam disertasi Ali Wafa dapat menjadi referensi akademik penting, bahkan bisa diunggah ke jurnal internasional untuk menunjukkan kepada dunia indahnya keberagaman dan harmoni yang ada di Indonesia.
"Mudah-mudahan disertasi ini bisa menjadi rujukan akademik yang dapat diterapkan, bahkan bisa dikompilasi dan dijadikan referensi untuk siswa SMA/SMK/SLB di Jawa Timur," tuturnya.
Sementara itu, Ali Wafa menyampaikan rasa syukurnya atas gelar doktor yang diraih. Ia berterima kasih kepada Pemprov Jatim yang telah memberikan dukungan beasiswa penuh selama studi S3. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. S1 saya dapat beasiswa dari pihak lain, S2 saya biaya sendiri, dan S3 saya mendapatkan beasiswa penuh dari Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur atas dukungan dan kepercayaannya," ucapnya.
Acara sidang terbuka tersebut juga dihadiri berbagai tokoh akademisi, pejabat pemerintah, serta mahasiswa yang antusias mendalami kajian tentang pendidikan Islam multikultural dan kontribusinya terhadap perdamaian dunia.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
