Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 April 2025 | 06.14 WIB

Bangunannya Mau Ditertibkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Ibu Penjual Gorengan di Subang Ini Malah Sujud Syukur

Ibu penjual gorengan di Subang sujud syukur usai mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel) - Image

Ibu penjual gorengan di Subang sujud syukur usai mendapat bantuan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel)

JawaPos.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menertibkan sejumlah bangunan yang berdiri di atas tanah pemerintah. Kali ini, sasarannya adalah Kabupaten Subang.

Salah satu yang ditertibkan adalah warung milik seorang ibu yang berjualan gorengan dan makanan lainnya. Ia mendirikan bangunan di atas tanah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Barat dan digunakan sebagai tempat tinggal serta warung makanan. 

Dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi menanyakan bagaimana bisa ibu tersebut mendirikan bangunan di atas tanah milik pemerintah. 

Wanita asal dari Cikawali, Subang, itu lalu mengakui bahwa dia mendirikan bangunan tanpa izin. Namun, selama ini dia belum pernah mendapat teguran dari pemerintah setempat. Dedi Mulyadi menganggapnya sebagai pembiaran.

"Ibu bangun ini dulu habis berapa?" tanya Dedi, sebagaimana dilansir dari Radar Bogor. 

"Kalau ditotalin habis Rp 45 juta, sedikit-sedikit pasang listrik, sumur. Tidurnya di sini," jawab ibu tersebut. Dia mengaku tidak memiliki rumah, sehingga memilih membangun sambil berjualan di tempat itu. 

"Ada yang negur gak?" tanya Dedi lagi.

"Gak ada, gak ada yang negur," kata ibu yang tak disebutkan namanya itu. Dia mengaku sudah sekitar tiga tahun tinggal di rumah tersebut dan belum pernah mendapat surat peringatan dari pemerintah terkait. 

Sebaliknya, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat yang juga berada di lokasi menyebut telah memberi peringatan dengan memasang plang di lokasi.

Mendengar jawaban tersebut, Dedi meminta agar penertiban bukan sekadar dipasangi plang. Sebab, tak akan membuat masyarakat jera mendirikan bangunan liar.

"Hanya plang orang nggak takut. Akibanya seperti sekarang. Pembiarannya terlalu lama. Kalau udah gini kasihan tapi kan harus ditertibkan," ujar kepala daerah yang juga disapa KDM itu. 

Dedi mengaku sudah sejak dulu ia ingin menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah. Hanya saja dulu ia tidak memiliki kewenangan. 

Kini, saat dia menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Dedi akan menertibkan bangunan-bangunan liar yang berdiri di atas tanah pemerintah. Salah satunya di atas tanah DBMPR Jawa Barat.

Usai mendengar keterangan ibu tersebut, Dedi Mulyadi kemudian memberikan uang sebesar Rp 5 juta untuk biaya makan selama sekitar satu bulan atau selama jalur itu dirapikan.

"Makasih pak, makasih ya Allah," ucap ibu itu usai menerima uang dari Dedi. Dedi lantas bertanya terkait anak-anak ibu tersebut. Rupanya, wanita itu memiliki anak yang baru lulus SD dan akan masuk ke SMP.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore