
Rakorwas ketahanan pangan melibatkan 200 peserta dari dinas yang membidangi pertanian, bappeda, ATR/BPN, kepolisian, kejaksaan, dan akademisi.
JawaPos.com–Praktik alih fungsi memiliki dampak buruk terhadap keberlangsungan pertanian pada masa depan. Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian (Irjen Kementan) Jan Samuel Maringka mengajak aparat penegak hukum (APH) dan para akademisi di Jawa Timur memperketat pengawasan dan pengendalian alih fungsi lahan.
Kementan melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) terus memperkuat sinergi dan
komitmen lintas kementerian/lembaga yakni aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) dan aparat penegak hukum (APH) guna mencegah dan mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.
Di Jawa Timur, sinergi dan komitmen tersebut terlihat dari Rapat Koordinasi Pengawasan Bidang Ketahanan Pangan dengan tema Sinergi APIP dan APH Mengawal Program Pertanian dan Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian di Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Surabaya, Kamis (11/5).
Irjen Kementan Jan S. Maringka mengatakan, Kementan secara tegas menolak alih fungsi lahan. ”Mengingat di tengah ancaman krisis global, hal itu saya kutip dari pernyataan Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Rakorwas di Makassar belum lama ini,” tutur Jan Samuel Maringka.
Menurut dia, menghadapi krisis pangan global, akselerasi pertanian harus bisa berjalan dengan baik, tidak stagnan bahkan tidak mundur. Salah satu yang harus dijaga adalah lahan strategis pertanian, lahan produktif pertanian, lahan yang sudah memiliki irigasi pertanian, hingga lahan yang masuk dalam peraturan daerah.
Jan Maringka menambahkan, dampak alih fungsi lahan sangat merugikan, seperti hilangnya lahan pertanian subur, hilangnya investasi infrastruktur irigasi, kerusakan natural lanskap, dan sejumlah masalah lingkungan. Pada akhirnya hal tersebut sangat merugikan petani dan masyarakat secara umum.
”Di sini peran APIP dan APH di daerah agar penegakan aturan-aturan yang diatur Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan bisa terus didorong,” tutur Jan Samuel Maringka.
Jan menyebutkan, pihaknya terus berupaya meningkatkan pengawalan terhadap program pembangunan pertanian. Salah satu langkah yang diambil dengan melakukan kolaborasi melalui program Jaga Pangan, Jaga Masa Depan.
Jan Maringka menambahkan, kolaborasi dan sinergi yang baik antara Kementan khususnya APIP dengan pemerintah daerah serta unsur APH di daerah efektif mendukung keberhasilan pembangunan pertanian. Komitmen bersama tersebut menjaga pertanian sekaligus mengendalikan alih fungsi lahan dalam rangka ketahanan pangan menuju kedaulatan pangan.
”Alih fungsi lahan pertanian pangan yang terjadi dapat mengancam kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan, sesuai yang diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B),” terang Jan Samuel Maringka.
Menurut Jan Maringka, lahan yang telah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan dapat terus dilindungi dan dilarang dialihfungsikan. Berdasar Kementan, dari total luas lahan sawah 7,46 juta hektare, terdapat 659.200 hektare yang mengalami alih fungsi lahan sawah dengan rincian 179.539 hektare kondisi terbangun dan 479.661 hektare kondisi perkebunan.
Rakorwas melibatkan 200 peserta dari dinas yang membidangi pertanian, bappeda, ATR/BPN, kepolisian, kejaksaan, dan akademisi. Beberapa poin yang dibahas adalah mempercepat penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam Perda RTRW kabupaten/kota serta mendorong kabupaten/kota melengkapi data spasial atas LP2B yang telah ditetapkan.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
