Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 14.57 WIB

Jalur Pacet-Cangar Ditutup Sebulan akibat Longsor

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  meninjau lokasi longsor di Jalan Raya Pacet-Cangar, Mojokerto, yang menelan 10 korban jiwa. (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  meninjau lokasi longsor di Jalan Raya Pacet-Cangar, Mojokerto, yang menelan 10 korban jiwa. (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com–Para pengguna jalur Pacet–Cangar harus mencari jalan alternatif untuk sementara. Sebab, diputuskan bahwa jalur tersebut bakal ditutup dalam waktu cukup lama, diperkirakan sekitar sebulan.

Penutupan sementara jalur alternatif Mojokerto menuju Kota Batu itu dilakukan hingga selesainya pembangunan penahan tanah, buntut insiden tanah longsor yang mengakibatkan 10 orang meninggal dunia pada Kamis (3/4) lalu.

Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim Edy Tambeng menjelaskan, pembersihan material longsor di jalur Pacet–Cangar masih belum rampung sepenuhnya. Selain mengevakuasi kendaraan korban, petugas gabungan juga akan memperkuat lereng untuk mencegah longsor susulan.

"Estimasi pengerjaan sebulan. Sehingga, untuk sementara akses ditutup dulu,” kata Edy Tambeng.

Selain itu, hingga saat ini, lokasi tanah longsor di jalur Pacet–Cangar masih berstatus zona merah, atau rawan terjadi longsor susulan. “Tanah di lokasi ini jenis regosol. Sehingga belum bisa diprediksi,” tambah Tambeng.

Dia menjelaskan, jika kondisi tanah di lokasi telah dikembalikan seperti semula, Dinas PU Bina Marga akan segera berkoordinasi dengan BPBD Jatim untuk membuka jalur Cangar–Pacet.

Selain jalur Cangar–Pacet, Pemprov melalui Dinas Kehutanan (Dishut) Jatim juga menutup empat objek wisata di kawasan Tahura Raden Soerjo. Yakni, Objek Wisata Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Petung Sewu. Objek wisata ini ditutup sejak 3 April.

Kepala UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo Dishut Jatim Ahmad Wahyudi menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan penutupan itu berlangsung. Sebab hal itu juga bergantung cuaca dan kondisi tanah di kawasan hutan.

"Pengelola masih akan melihat situasi beberapa waktu ke depan,” terang Ahmad Wahyudi.

Wahyudi menegaskan, penutupan objek-objek wisata itu juga merupakan salah satu upaya mitigasi bencana. Pemerintah tak ingin ada korban lagi.

"Karena itu, kami berharap masyarakat maupun pengelola tempat usaha bisa memahami keputusan pemerintah,” ucap Ahmad Wahyudi. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore