
JAMASAN: Tradisi meyambut satu Suro dengan mencuci benda-benda pusaka.
JawaPos.com - Muharram atau Suro identik dengan mencuci benda pusaka. Salah satunya ritual Jamasan Tosan Aji atau mencuci keris yang diselenggarakan di Desa Banaran, Dusun Ledok, Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim).
Sebanyak 400 keris dengan berbagai bentuk dan ukuran dicuci pada ritual Jamasan yang digelar di Pringgitan Singo Dermo, Selasa (11/9). Sekitar 10 orang dengan mengenakan pakaian adat Jawa tampak duduk berjajar rapi di depan baskom berisikan air dari 7 sumber yang ditaburi dengan kembang setaman.
Sebelum mencuci, mereka mengambil keris tersebut untuk didoakan terlebih dahulu. Setelah itu, keris dicelupkan ke dalam baskom berisi air dan selanjutnya dibasuh secara perlahan.
Ketua Forum Pemerhati Keris dan Tosan Aji Desa Bumiaji Wahyu Eko Purwanto menjelaskan, Jamasan Tosan Aji merupakan istilah serapan Bahasa Jawa. Jamas berarti mandi, Tosan itu benda keras, dan Aji artinya memiliki nilai.
Jadi, Jamasan berarti kegiatan pembersihan benda-benda dari besi yang memiliki nilai. "Nilai di sini bisa dalam artian sejarah dan artistik," ujar Wahyu kepada JawaPos.com ketika ditemui di sela-sela ritual Jamasan, Selasa (11/9).
Tradisi Jamasan memang selalu digelar pada 1 Muharram. Tujuannya sebagai momen atau rekonsiliasi bersama. "Kalau di orang Jawa, ada penanggalan baru itu refleksi diri. Sebelum memulai tahun baru, minimal atribut yang dipakai dilakukan pembersihan. Momen sakralnya disitu," kata Wahyu.
Terdapat tiga rangkaian kegiatan untuk menyambut satu Suro. Pertama, sugengan atau selamatan malam 1 Suro. "Tidak euforia tahun baru, tapi berdoa. Supaya tahun yang akan dimasuki mendapat perlindungan," jelasnya.
Kedua, Jamasan Tosan Aji dan Pentayuhan Pusaka. Ketiga, sugengan agung yang akan digelar satu minggu setelah Jamasan. "Ya, filosofinya memohon tahun bagus. Seluruh atribut dibersihkan," lanjutnya.
Kenapa keris sebagai benda yang dibersihkan? Wahyu menerangkan bahwa keris merupakan identitas bagi orang-orang terdahulu. "Keris itu identitas. Tidak hanya gelar, tapi juga menunjukkan kepangkatan seseorang," terangnya.
Keris terdapat dua jenis. Yakni, berbentuk lurus atau disebut lajer dan keris yang bergelombang atau disebut luk. Jenis keris luk sendiri dapat dilihat dari variasi gelombangnya. "Banyak variasinya, mulai dari 3 (gelombang), hingga paling banyak 27. Pokoknya jumlahnya ganjil," papar Wahyu.
Pada Jamasan yang sudah memasuki tahun kelima, setidaknya ada hampir 400 keris yang dibersihkan. "Dari forum kami ada 300 (keris). Dari masyarakat umum ada 95 keris," ulasnya.
Tradisi Jamasan sendiri terdiri atas tiga tahapan. Pertama, identifikasi keris. Tujuannya untuk membantu memudahkan tim penjamas mengetahui apakah keris tersebut sudah pernah dijamas sebelumnya atau belum. "Kalau masuk kategori sering dijamas, yang jamas ringan (kerjaannya), karena karatnya tipis," lanjutnya.
Kedua, pembersihan. Yakni, membuang karat pada logam. Setelah karat hilang, selanjutnya dilapisi dengan minyak sebagai filter. Terakhir, Pentayuan. Adalah meneliti kondisi sampai pada detail.
Misalnya untuk luk 7, diteliti berasal dari kerajaan mana dan pembuatnya siapa. "Setelah itu, keluar yang biasanya disebut hasil tayuh (sertifikat)," urai Wahyu.
Hasil tayuh untuk memudahkan pemilik keris menyimpan informasi. Sebab yang sering terjadi, anak dari pemilik keris tidak mengetahui informasi dari keris itu. Misalnya dibuat pada era apa. "Kalau ada informasinya kan bisa punya nilai ekonomis juga," tuturnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
