
Suasana BKB Palembang.
JawaPos.com - Wisatawan di Benteng Kuto Besak (BKB), Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), banyak yang mengeluh. Pasalnya, tarif parkir kendaraan yang dikenakan pengelola tempat wisata dianggap terlalu tinggi.
Ramadhan, salah satu pengunjung mengatakan bahwa tarif parkir motor di BKB dapat mencapai Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Sedangkan untuk mobil tarif parkirnya dipatok Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.
Hal ini sangat berbeda dengan ketentuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Dimana untuk tarif parkir motor hanya Rp 2 ribu mobil Rp 5 ribu. "Penarikan tarif ini juga dengan paksaan juru parkir. Karena itu, kami sangat resah jika berkunjung ke BKB," katanya saat ditemui di BKB, Kota Palembang, Sabtu (3/3).
Tingginya tarif parkir dengan dikalikan jumlah kendaraan yang berkunjung, tentu keuntungan yang diperoleh oknum juru parkir sangat besar. Di sisi lain, sangat tidak menguntungkan bagi para pengunjung dan Pemkot Palembang. "Ini harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai justru menurunkan wisatawan yang berkunjung," harapnya.
Hal senada diungkapkan Thoriq Abdullah. Ia mengaku nyaris berkelahi dengan para oknum juru parkir. Mereka memaksa meminta ongkos parkir yang sangat tinggi. Padahal, Thoriq hanya sebentar memarkirkan kendaraannya. "Mereka ini memaksa. Padahal mereka tidak menjaga motor tapi meminta parkir," ucapnya.
Ia meminta agar pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi permasalahan ini. Mengingat, Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sehingga bakal banyak tamu yang akan berkunjung. "Kan kasian nantinya para tamu jika begini kondisinya. Bahkan bisa saja merusak citra Kota Palembang," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Palembang Harobin Mustafa mengaku memang tarif parkir di BKB terus menjadi keluhan masyarakat. Ini merupakan tindakan dari juru parkir yang nakal.
Pemkot Palembang bakal menerapkan one gate sistem terhadap lokasi wisata tersebut. Penerapan nantinya dengan menggandeng pihak ketiga atau para investor. "Kami belum dapat memastikan kapan penerapan. Karena masih melakukan persiapan dahulu," kata Harobin.
Jika nantinya telah diterapkan namun tetap masih ditemukan juru parkir nakal, maka Pemkot Palembang akan melaporkannya ke pihak kepolisian. Karena hal itu termasuk dalam pemerasan.
Nantinya untuk memperlancar kendaraan yang akan masuk ke area BKB setelah penerapan one gate sistem, pihaknya akan memperlebar jalan di belakang Monpera sekitar 1,7 meter. Dengan demikian bus-bus pariwisata yang datang dapat masuk dengan mudah ke BKB. "Kami harap kedepan kejadian seperti saat ini tidak terulang lagi. Terutama menjelang Asian Games," tutup Harobin.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
