
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (YouTube KDM Channel)
JP Bogor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku belum pernah ngantor di gedung Sate, Bandung, sejak resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Jawa Barat.
”Tidak pernah ngantor. Belum pernah duduk di kursinya, tempat gubernur, nggak (pernah),” ujarnya di hadapan para perangkat sekolah di jabar sebagaimana dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi17, Kamis (27/3).
Menurut dia, di era sekarang, sudah tidak seharusnya lagi pemimpin daerah bekerja di kantor. ”Kantor untuk apa, zaman sekarang? Kan sudah era digital,” lanjut pria kelahiran 11 April 1971 itu.
Dedi mengatakan, era digital saat ini benar-benar mempermudah dia untuk melayani masyarakat. Sehingga dia bisa melakukan tugasnya sebagai Gubernur dari mana saja tanpa harus ke kantor.
”Tanda tangan sudah cukup dengan sistem. Periksa surat bisa sambil tiduran. Jadi kalau hari ini kita masih sibuk-sibuk ngantor, ketinggalan zaman,” jelasnya.
Karena itu, saat ini diia membalik logika kerja di Pemprov Jabar. Dulu, lanjut Dedi, Nasib orang Tasikmalaya dibahas dan diputuskan di Bandung. Nasib orang Cirebon diputuskan di Gedung Sate. Begitu pula Nasib orang Bogor dan Kabupaten/kota lain di Jawa Barat, ditentukan pula di Bandung.
Sekarang, hal itu tidak boleh terjadi lagi. ”Menentukan nasib orang Bogor, harus saya tentukan di Bogor. Menentukan nasib orang Ciamis, saya harus berada di Ciamis. Saya mengambil keputusan di tempat di mana problem itu terjadi,” jelasnya.
Sementara, terkait dengan urusan administrasi di Pemprov Jawa Barat, Dedi menjawab seluruhnya akan dilakukan oleh Sekdaprov Jawa Barat.
”Mengurus kantor cukup (dilakukan) Sekda. Karena tugasnya juga juru tulis. Sekda itu juru tulis. Karena juru tulis, ya tugasnya nulis,” imbuh mantan Bupati Purwakarta itu.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
