
Menjelaskan: Durkes Herlina Apriani saat memberikan penjelasan mengenai alat fiksator eksternal ciptaannya, Senin (9/4).
JawaPos.com - Seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menciptakan sebuah alat yang berfungsi untuk meluruskan tulang. Alat tersebut bernama fiksator eksternal.
Adalah Durkes Herlina Apriani. Sudah lebih kurang setahun, perempuan berusia 23 tahun itu menciptakan alat canggih tersebut. Dia mendapatkan bimbingan dari dosen Teknik Industri Ilham Priadythama.
Alat pelurus tulang ciptaan Durkes berbentuk seperti lingkaran dengan sejumlah lubang. Kemudian terdapat beberapa lubang untuk menanamkan pen di dalam tulang. Di bagian lain, terdapat semacam hidrolik yang dilengkapi dengan ukuran.
Fiksator eksternal nantinya dipasang pada tulang yang mengalami pembengkokan atau patah karena kecelakaan. "Alat ini membantu merekonstruksi tulang kembali serta memperbaiki tulang yang mengalami kerusakan," terang Durkes kepada JawaPos.com, Senin (8/4).
Durkes menjelaskan, kerusakan tulang akan bisa diperbaiki dengan menggunakan fiksator ekstrenal. Baik tulang yang mengalami pembengkokan yang sangat parah atau patah. Bahkan fiksator eksternal juga bisa digunakan untuk memperpanjang tulang. "Setelah dipasang alat ini maka tulang akan bisa lurus kembali dalam beberapa bulan," klaimnya.
Sebenarnya, alat pelurus tulang sudah banyak dijual di pasaran. Terutama di luar negeri. Namun harganya sangat mahal. Maka dari itu, Durkes yang sekarang barus saja lulus dari Teknik Industri itu menciptakan alat serupa dengan harga jauh lebih murah.
Perempuan berparas ayu itu mengatakan, harga fiksator yang ada saat ini rata-rata di atas Rp 150 juta. "Maka tujuan kami adalah menciptakan alat yang serupa tapi harganya murah," katanya.
Kini, fiksator eksternal bikinan Durkes masih dalam bentuk prototipe. Meski begitu, alat tersebut sudah diterapkan pada dua pasien. Keduanya pun berhasil bekerja dengan sempurna.
Dua pasien tersebut yakni yang mengalami pembengkokan tulang cukup parah dan satu lagi pasien yang mengalami penghentian pertumbuhan tulang. Sehingga tulang kakinya panjang sebelah. "Untuk saat ini kami masih menerapkan pada tulang kaki. Tapi itu juga bisa digunakan untuk meluruskan tulang tangan juga," ujar Durkes.
Fiksator eksternal masih akan dikembangkan lebih lanjut. Karena sampai saat ini masih terdapat sejumlah kendala. Terutama masalah keleluasaan alat dalam bergerak. Ke depan, alat tersebut juga akan bekerja menggunakan sistem software. Sehingga akan lebih akurat dalam mengukur perubahan tulang yang diinginkan.
"Mungkin pengembangannya dua sampai tiga kali lagi baru bisa sempurna. Kalau sekarang baru saya yang membuat. Tetapi untuk pengembangan ke depan akan melibatkan dua orang lagi. Termasuk juga untuk pembuatan softwarenya. Karena di Indonesia belum ada," tandas Durkes.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
