
Gubernur Khofifah Indar Parawansa dorong peningkatan minat baca dan literasi masyarakat.
JawaPos.com–Bertepatan dengan peringatan Hari Buku Sedunia pada 23 April, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendorong peningkatan minat baca sekaligus literasi bagi masyarakat di era digital saat ini.
Khofifah mengatakan, dengan semakin tingginya minat baca dan literasi masyarakat tidak akan mudah terkena hoax dan disrupsi informasi. Sebab, secara otomatis masyarakat akan mencari tahu terlebih dahulu terkait validitas informasi yang diterima.
”Sudah banyak terjadi, disrupsi informasi dan berita hoax menyebabkan kesalahpahaman bahkan bisa berujung pada konflik sosial. Apalagi sebentar lagi memasuki tahun politik. Tapi saya yakin dan optimistis, warga Jatim tidak mudah menelan mentah-mentah informasi singkat yang diterima. Saya yakin warga Jatim memiliki kearifan,” ungkap Khofifah.
Gubernur Khofifah getol menekankan pentingnya minat baca dan literasi masyarakat. Keduanya menjadi salah satu faktor kualitas sumber daya manusia. Hal itu terlihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) di Jatim pada 2022 mencapai 72,75 persen atau tumbuh 0,85 persen dari capaian IPM 2021.
Selain itu, keberhasilan pembudayaan gemar membaca yang digaungkan Gubernur Khofifah membuat tingkat kegemaran membaca (TGM) masyarakat Jatim mengalami kenaikan. Pada 2022, TGM Jatim tercatat berada di angka 68,54, angka ini meningkat dibanding 2021 yakni 64,20.
Keberhasilan ini tak terlepas dari beragam program yang telah dirumuskan untuk mendorong minat baca masyarakat. Salah satunya lewat pembangunan program perpustakaan terakreditasi.
Tahun lalu, Jatim mendapat penghargaan dari Perpustakaan Nasional sebagai provinsi dengan jumlah Perpustakaan Terakreditasi Terbanyak di Indonesia. Total perpustakaan yang terakreditasi dan mendapat sertifikat sebanyak 2.096.
”Perpustakaan-perpustakaan ini kami bangun untuk memfasilitasi masyarakat. Sehingga minat baca dan literasi masyarakat juga turut terdongkrak,” ujar Khofifah.
Gubernur Khofifah kembali menegaskan, perkembangan teknologi menyebabkan pergeseran kultur dan perilaku masyarakat. Untuk itu, Perpustakaan wajib menyesuaikan diri agar tidak ditinggalkan masyarakat. Sekaligus sebagai upaya nyata untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
”Ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat melalui penyesuaian dengan perilaku masyarakat di masa sekarang,” tutur Khofifah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
