JawaPos.com – Proses pemeriksaan terhadap sejumlah guru pendamping dalam insiden tragis di Pantai Drini, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berlangsung. Kejadian yang merenggut nyawa empat siswa SMPN 7 Kota Mojokerto itu membuat 16 guru pendamping harus memberikan kesaksian di Polres Gunungkidul.
Kepala SMPN 7 Kota Mojokerto, Evi Poespito Hany, juga telah menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.
"Kemungkinan pemeriksaan ini dilakukan untuk penyusunan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kronologi kejadian. Namun, hingga kini kami belum mengetahui kesimpulannya," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto, Ruby Hartoyo, seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (4/1).
Menindaklanjuti arahan Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, Pemkot Mojokerto telah menyiapkan pendampingan bagi para guru jika pemeriksaan berlanjut. "Tidak semua mungkin akan didampingi, tetapi jika memang diperlukan, kami siap memberikan pendampingan," tegas Ruby.
Kepala SMPN 7 Mojokerto, Evi Poespito Hany, membenarkan bahwa ia bersama sejumlah guru masih berada di Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan secara bergilir di Polres Gunungkidul. "Saya masih di sini (Yogyakarta), bersama tim travel. Siswa kami yang sebelumnya dirawat di rumah sakit sudah diperbolehkan pulang hari ini," katanya.
Evi mengungkapkan bahwa pemeriksaan para guru dilakukan secara bertahap. "Kemarin, satu guru sudah diperiksa. Besok, masih ada tiga guru lagi yang akan diperiksa. Mohon doanya," ujarnya.
Di sisi lain, salah satu korban selamat, Ahmad Muzaki, akhirnya bisa kembali ke Mojokerto setelah kondisinya membaik. Siswa kelas VII itu sebelumnya menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, selama sepekan.
Ruby Hartoyo menyatakan bahwa kepulangan Muzaki sudah mendapat izin dari tim medis. "Kondisinya sudah stabil dan diizinkan pulang hari ini. Rombongan meninggalkan RSUP Dr. Sardjito sekitar pukul 14.00 WIB," jelasnya.
Muzaki pulang didampingi Kepala SMPN 7 Mojokerto, Evi Poespito Hany, dan diperkirakan tiba di Mojokerto sekitar pukul 18.00 WIB.
Pemkot Mojokerto juga telah membentuk tim gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memberikan trauma healing bagi para korban selamat. "Kami akan mengadakan trauma healing yang melibatkan dinas sosial, dinas kesehatan, serta tim psikolog dari dinas pendidikan. Pendampingan ini dilakukan baik di rumah korban maupun di sekolah," jelas Ruby.
Saat ini, fokus utama pemkot adalah memastikan pemulihan mental para siswa yang mengalami insiden tersebut, termasuk Muzaki.