
Petugas kamar mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya tengah menangani jenazah Hendar Setiawan, Sabtu (7/4).
JawaPos.com - Hendar Setiawan,34, ditemukan tak bernyawa di dapur rumahnya di Kampung Hinduresik Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (7/4). Leher warga asal Cingembing, Desa Kertaraharja ini dalam kondisi tergorok.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma menerangkan korban ditemukan oleh Emin,90. Pagi itu, Emin mencurigai pintu dapur milik cucunya itu terkunci dari dalam dan terdengar ada suara ngorok.
Dia pun meminta tolong tetangganya, Nana untuk mendobrak pintu dapur korban. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dengan kondisi leher tergorok. Darah pun banyak keluar. “Dugaan sementara korban bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri,” kata Pribadi seperti dikutip Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group), Minggu (8/4).
Pribadi mengutip keterangan Emin, sekitar pukul 07.00 korban sedang duduk di dapurnya sambil melamun dengan memegangi kepala. “Memang saat itu korban berusaha mencekik lehernya namun diingatkan oleh kakeknya dan disuruh istigfar,” ungkap dia.
Tak lama kemudian melihat korban sedang membenturkan kepalanya ke arah dinding terbuat dari bilik. Saat itu juga kakeknya itu melihat korban bertingkah aneh dengan mondar-mandir di samping rumahnya.
“Namun saat itu saksi ini tidak merasa curiga akan nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri,” jelas Pribadi.
Dari keterangan Emin, korban mempunyai riwayat sakit kepala menahun yang sudah berjalan selama empat tahun lebih. Ditambah lagi korban sudah tidak bekerja. Karena sakit-sakitan. “Memang kalau sakitnya kumat korban ini suka membenturkan kepalanya,” ujar dia.
Menurut pengakuan istri Hendar, Aisyah,22, korban sudah berobat ke mana-mana. Baik ke puskesmas maupun ke pengobatan alternatif. Namun, hasilnya tak sembuh-sembuh.
Harga banda miliknya pun sudah habis dijual untuk berobat. “Dari pengakuan istri, korban kalau di rumah sering diam. Tidak banyak bicara. Ketika sakitnya datang hanya sambil menahan sakit dan terkadang membenturkan kepala,” papar Pribadi.
Sejauh ini, terang dia, korban tidak memiliki masalah dengan orang lain. Perilakunya selama ini sangat sopan dan baik.
Sementara, untuk memastikan penyebab kematiannya, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan lebih dalam. “Kasusnya masih terus kita kembangkan, karena dugaan sementara korban ini bunuh diri,” ujarnya.
Mayat korban saat ini berada di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya untuk diautopsi. “Itu akan secepatnya kita autopsi, untuk lebih jelas melihat penyebab kematiannya,” kata dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
