Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Oktober 2018 | 20.49 WIB

Sering Terjadi Kecelakaan Tunggal, Ini Kisaran Gaji Sopir Transjakarta

Ilustrasi: Kecelakaan Bus Transjakarta paling banyak karena human error. - Image

Ilustrasi: Kecelakaan Bus Transjakarta paling banyak karena human error.

JawaPos.com - Belakangan sering terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan Bus Transjakarta. Data dari Kepolisian menyebutkan paling banyak kecelakaan terjadi karena faktor human error. Mungkin kah kecelakaan ini berkaitan dengan perekrutan pramudi atau sopir.


Berdasarkan penelusuran JawaPos.com, ternyata ada dua jalur untuk bisa menjadi sopir Bus Transjakarta. Pertama melalui PT Transjakarta, sementara kedua melalui operator langsung.


Melalui cara kedua ini lah, yang dinilai sebagai jalan pintas. Karena tak jarang para sopir yang mengambil jalan pintas ini membayar sejumlah uang.


Seperti yang diutarakan oleh salah satu sopir Bus Transjakarta yang enggan disebutkan namanya, sistem perekrutan dari operator banyak yang mengambil jalan pintas untuk menjadi sopir Transjakarta.


"Kalau operator ini banyak yang kasih uang, langsung masuk," ucap pria mengenakan batik biru saat ditemui JawaPos.com di kawasan Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Minggu (14/10).


Kendati demikian, untuk menjadi sopir Bus Transjakarta ada beberapa test dan pelatihan yang harus diikuti. Karena hal tersebut merupakan standar operasional prosedur (SPO) yang harus dijalani.


"Kalau syaratnya itu ada pemberkasan, test drive, tes jalur, psikotes, sama yang terakhir itu ada tes kesehatan. Itu enggak cuma dari Transjakarta saja, dari operator juga sama syaratnya," imbuhnya.


Perbedaan antara sopir yang masuk dari PT Transjakarta dan operator, hanya masalah gaji. Untuk sopir yang masuk melalui PT Transjakarta setiap bulannya mendapatkan gaji dengan kisaran Rp 5 juta hingga Rp 7 juta per bulannya.


Sementara jika dari operator bisa mendapatkan lebih besar, yakni dengan kisaran Rp 7 juta hingga Rp 9 juta per bulannya. "Kalau dari Transjakarta itu gajinya mentok dijam kerja saja, sedangkan operator itu hitungnya per kilometer," ungkapnya.


"Kalau sopir dari PT Transjakarta langsung itu paling mentok di angka Rp 5 juta sampai Rp 7 juta sebulan. Beda kalau operator, bisa lebih. Ya Rp 9 juta lah," ucapnya.

Editor: Erna Martiyanti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore