Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Desember 2024 | 02.41 WIB

Viral Perempuan di Jogja sedang Asyik Olahraga di-Catcalling Orang Nggak Dikenal, Eh Pelaku Malah Ngotot

Pelaku catcalling marah ketika diingatkan oleh korban dan jadi viral di media sosial. Kejadian terjadi di Alun-alun Kidul, Jogjakarta. (Instagram @jogja.vibes) - Image

Pelaku catcalling marah ketika diingatkan oleh korban dan jadi viral di media sosial. Kejadian terjadi di Alun-alun Kidul, Jogjakarta. (Instagram @jogja.vibes)

JawaPos.com – Nahas bagi seorang perempuan di Jogja yang sedang berolahraga. Dia tak berbuat salah apa-apa, namun malah terlibat keributan. Penyebabnya adalah dirinya yang sedang berolahraga itu diganggu oleh orang tak dikenal. 

Gangguan datang berupa catcalling, yakni panggilan tanpa sebab yang cenderung bersifat menggoda, lebih ke arah melecehkan. 

Informasi ini dibagikan secara luas oleh akun Instagram Merapi Uncover. Langsung saja video tersebut viral. Video itu memperlihatkan pelaku catcalling, seorang pria yang tampaknya merupakan pedagang sekitar, kena damprat perempuan yang jadi korban catcalling.

Dari narasi yang beredar, disebutkan juga bahwa lokasi dari kejadian ini berada di Alun-Alun Kidul, Jogjakarta. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis pagi (19/12) saat korban yang diketahui bernama Taskara Syafa sedang berolahraga di kawasan tersebut.

Dalam unggahannya, Shafa mengungkapkan bahwa dirinya dipanggil-panggil oleh seseorang saat sedang berlari, yang diidentifikasi sebagai bentuk catcalling

Ketika Shafa mencoba menegur pelaku dan menjelaskan bahwa tindakan tersebut salah, eh si pelaku justru merespons negatif.

Pelaku catcalling justru marah balik kepada korban. Dirinya yang nggak merasa bersalah juga melontarkan kata-kata kasar, bahkan menantang korban.

"Ini orang saya lagi lari, tiba-tiba manggil-manggil saya atau bisa disebut sebagai catcalling. Saya kasih tahu kalo itu salah malah marah-marah misuhin dan nantangin saya," tulis Shafa dalam keterangannya di Instagram Merapi Uncover.

Insiden ini kemudian juga memantik kekesalan netizen, apalagi terkait masalah keamanan dan kenyamanan perempuan di ruang publik. Banyak warganet yang memberikan dukungan kepada Shafa dan mengecam tindakan pelaku.

Shafa sendiri mengaku awalnya enggan menanggapi kejadian tersebut. Tetapi ia merasa perlu berbicara karena merasa risih. "Sebenernya males nanggepin kaya gini, cmn saya risih juga lagi lari digoda-godain gitu," tambahnya dalam unggahan tersebut.

Buat edukasi juga, catcalling ini masuk ke dalam kategori pelecehan seksual, lho. Kenapa? Sebab, pelaku melakukan catcalling kepada korban dengan menyerang atribut seksual yang dimilikinya. 

Penyerangan ini dilakukan melalui ekspresi verbal seperti siulan, suara kecupan, dan gestur main mata dengan tujuan untuk mendominasi dan membuat korban merasa tidak nyaman. Jadi jangan coba-coba melakukan catcalling apapun tujuannya, ya.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore