Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 31 Oktober 2018 | 19.45 WIB

Tak Ada Mobil Damkar, 30 Rumah Adat Nggela Hangus Terbakar

Kampung adat Nggela rata tanah setelah terbakar, sekira pukul 14.00, Senin (29/10). - Image

Kampung adat Nggela rata tanah setelah terbakar, sekira pukul 14.00, Senin (29/10).

JawaPos.com - Kampung adat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar lagi. Kali ini di Nggela, Kabupaten Ende. Nggela merupakan salah satu kampung adat tertua di Ende. Tak kurang dari 30 rumah adat rata dengan tanah setelah si jago merah mengamuk dalam waktu 1,5 jam.


Sebelum kebakaran di Nggela, Kampung Adat Guru Sina di Kabupaten Ngada juga ludes terbakar. Kampung Adat Tarung di Sumba Barat pun terbakar.


Kebakaran di Nggela berasal dari salah satu rumah adat atau sa'o labo. Api begitu cepat membesar sehingga dengan cepat membakar puluhan rumah adat. "Apalagi ditambah dengan angin kencang yang membuat api terus merambat dari satu rumah ke rumah lainnya yang berdekatan," ujar Us Lanamnama, salah seorang anak adat Nggela, kepada Timor Ekspress.


Warga sebenarnya sudah berusaha keras memadamkan api. Tapi, karena hanya menggunakan alat seadanya, usaha mereka kalah cepat dengan kobaran api. "Hanya menggunakan cara manual. Tidak ada mobil damkar, akhirnya sekitar tiga puluh rumah tidak bisa diselamatkan," katanya.


Nggela adalah nama sebuah desa di pesisir pantai selatan dan berjarak 82 km dari Kota Ende. Atau ditempuh 2,5 jam dari Ende. Nggela merupakan kampung megalitik dengan pola permukiman yang masih orisinal dengan gaya arsitektur tradisional khas suku Lio.


Di pusat kampung, terdapat sebuah tempat kultus (kanga) yang di depannya berdiri sebuah rumah pertemuan (keda) untuk tua-tua kampung. Di sekelilingnya ada rumah rumah upacara (sa'o nggua).


Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Nusa Bunga Philipus Kami menyampaikan duka dan keprihatinan terkait dengan terbakarnya kampung adat tersebut. "Kami prihatin. Semoga polisi bisa mengungkap penyebab kebakaran. Meski dugaan sementara adalah akibat arus pendek," katanya.


Dia berharap pemerintah lebih serius memperhatikan keamanan kampung adat. Apalagi, sudah ada tiga perkampungan adat yang mengalami kebakaran. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore