
Kampung adat Nggela rata tanah setelah terbakar, sekira pukul 14.00, Senin (29/10).
JawaPos.com - Kampung adat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terbakar lagi. Kali ini di Nggela, Kabupaten Ende. Nggela merupakan salah satu kampung adat tertua di Ende. Tak kurang dari 30 rumah adat rata dengan tanah setelah si jago merah mengamuk dalam waktu 1,5 jam.
Sebelum kebakaran di Nggela, Kampung Adat Guru Sina di Kabupaten Ngada juga ludes terbakar. Kampung Adat Tarung di Sumba Barat pun terbakar.
Kebakaran di Nggela berasal dari salah satu rumah adat atau sa'o labo. Api begitu cepat membesar sehingga dengan cepat membakar puluhan rumah adat. "Apalagi ditambah dengan angin kencang yang membuat api terus merambat dari satu rumah ke rumah lainnya yang berdekatan," ujar Us Lanamnama, salah seorang anak adat Nggela, kepada Timor Ekspress.
Warga sebenarnya sudah berusaha keras memadamkan api. Tapi, karena hanya menggunakan alat seadanya, usaha mereka kalah cepat dengan kobaran api. "Hanya menggunakan cara manual. Tidak ada mobil damkar, akhirnya sekitar tiga puluh rumah tidak bisa diselamatkan," katanya.
Nggela adalah nama sebuah desa di pesisir pantai selatan dan berjarak 82 km dari Kota Ende. Atau ditempuh 2,5 jam dari Ende. Nggela merupakan kampung megalitik dengan pola permukiman yang masih orisinal dengan gaya arsitektur tradisional khas suku Lio.
Di pusat kampung, terdapat sebuah tempat kultus (kanga) yang di depannya berdiri sebuah rumah pertemuan (keda) untuk tua-tua kampung. Di sekelilingnya ada rumah rumah upacara (sa'o nggua).
Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Nusa Bunga Philipus Kami menyampaikan duka dan keprihatinan terkait dengan terbakarnya kampung adat tersebut. "Kami prihatin. Semoga polisi bisa mengungkap penyebab kebakaran. Meski dugaan sementara adalah akibat arus pendek," katanya.
Dia berharap pemerintah lebih serius memperhatikan keamanan kampung adat. Apalagi, sudah ada tiga perkampungan adat yang mengalami kebakaran.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
