Potongan gambar jembatan yang dibongkar warga di Jombang demi karnaval sound horeg (kanan) dan kondisi terkininya (kiri). (Achmad RW/Radar Jombang)
JawaPos.com – Viralnya aksi sejumlah warga yang nekat membongkar sayap jembatan demi karnaval sound horeg, kini berujung pada penjatuhan sanksi dari Dinas PUPR Jombang kepada Pemerintah Desa Kedungbetik, Kesamben, Jombang.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jombang, Agung Setiadji, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan inspeksi ke TKP dan meminta keterangan Pemdes Desa Kedungbetik.
Hasilnya, mereka diketahui terbukti membongkar sayap jembatan di ruas Jalan Kedungbetik – Peterongan itu. Alasannya tak dinyana, konon untuk melancarkan agenda karnaval sound horeg.
“Alasan mereka dua, pertama karena katanya jembatannya terlalu sempit, karena cuma 3 meter dan sering kesenggol kalau ada truk, yang kedua ya kebutuhan karnaval itu, butuh lebar,” kata Agung, dilansir dari Radar Jombang (Jawa Pos Group), Selasa (3/9).
Diketahui, saat ini sayap jembatan tersebut telah dibangun kembali dengan kondisi yang sedikit lebih lebar.
Meski sudah berusaha mengembalikan kondisi jembatan seperti semula, namun menurut Agung, tindakan itu tidak serta merta mengabaikan aksi sembrono yang dilakukan sebelumnya.
Baca Juga: Bukan Main! Warga di Jombang Nekat Bongkar Sayap Jembatan, Diduga Demi Karnaval Sound Horeg
Pasalnya, mereka jelas-jelas telah melakukan pembongkaran tanpa izin. Terlebih lagi, jembatan tersebut berada di jalan kabupaten sehingga termasuk aset pemerintah daerah.
“Kami sampaikan secara lisan, perbuatan yang dilakukan itu tidak sesuai aturan,” tandasnya.
Sebagai tindak tegas atas perkara ini, Agung menegaskan bahwa pihaknya akan segera melayangkan surat teguran secara resmi kepada Pemerintah Desa Kedungbetik.
“Tindaklajutnya ya kami akan berkirim surat untuk memberi teguran. Yang juga akan kami tegaskan jika terjadi akibat nanti harus ada pertanggungjawaban dari pihak desa nanti,” pungkasnya.
Diketahui sebelumnya, beberapa warga diketahui nekat membongkar sayap jembatan di jalan kabupaten setempat. Alasannya, konon demi melancarkan agenda karnaval sound horeg atau sound sistem dalam ukuran besar.
Sebuah video yang merekam aksi bongkar jembatan itu pun viral di sosial media. Mereka tampak melakukan aksinya saat tengah malam pada Rabu (28/8) lalu.
Sementara agenda karnaval sound horeg yang disebutkan dalam video, akan digelar pada 6 September 2024 mendatang.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
