Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2016 | 12.51 WIB

Bocah Delapan Tahun Dilindas Mobil SUV

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Bocah delapan tahun, Fachry Azhar, menjadi korban tabrak lari. Insiden ini terjadi di kompleks Perumahan Wartawan Indonesia (PWI), Block B, Jalan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, Sabtu (19/11).



Ketika itu,  sekitar pukul 17.00 Wita, korban bersama adiknya, Fachira (8), sedang bermain di depan rumah. Tak berselang lama, sang adik masuk ke dalam rumah.



Sehingga tinggal korban yang bermain sendirian di depan rumahnya. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba pengendara mobil SUV warna hitam dengan nomor polisi KT 1449 MH, memundurkan kendaraannya. 



Seketika korban langsung terlindas yang saat itu sedang jongkok. Mengetahui dirinya melindas bocah, pelaku kemudian menginjak gas dan memajukan kembali kendaraannya.



Namun, dia malah melindas anak kedua dari tiga bersaudara tersebut untuk kedua kalinya. Dari rekaman closed circuit television (CCTV) di rumah korban, Fachry sempat terlihat hendak bangun dengan keadaan darah mengucur dari kepalanya.



Namun apa daya, karena ditimpa beban terlalu berat, korban akhirnya tergeletak di tengah jalan. Beberapa menit kemudian, warga di kompleks PWI, Block B, Jalan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu, berlari ke arah korban yang sudah tak berdaya.



Sementara pelaku melarikan diri. Dalam keadaan kritis, pihak keluarga kemudian bergegas membawa korban menuju RSUD AW Sjahranie untuk segera mendapatkan perawatan. 



Adapun rekaman CCTV dibawa keluarga korban ke polisi untuk dilakukan penyelidikan. Salah seorang warga sekitar yang namanya enggan dipublikasikan mengatakan, setelah kejadian, tetangga berusaha mencari identitas pelaku dengan bertanya ke warga lainnya. Yaitu, dengan menanyakan apakah memiliki tamu pada saat kejadian dengan ciri-ciri mobil yang terekam CCTV.



Hasilnya, sekitar tiga rumah dari sebelah kanan rumah korban, mengaku menerima tamu dengan ciri-ciri tersebut. Tapi, kala itu pukul 22.00 Wita, sedangkan kejadian pukul 17.00 Wita.



Pelaku datang ke kompleks tersebut untuk mengambil sebuah barang yang dipesan secara online pada salah seorang warga. Ketika dimintai keterangannya, ternyata warga tersebut mengetahui alamat dari pelaku. 



“Ditelusuri rumahnya dengan pihak kepolisian, ternyata pelaku tidak berada di rumahnya. Tapi, saya dengar pagi-pagi kendaraan dan pelaku sudah diamankan,” ujar Fachrulrezi (36), ayah korban, kemarin (20/11).



Dari pantauan Kaltim Post (Jawa Pos Group) di RSUD AW Sjahranie, kondisi korban masih kritis dan belum sadar. Dokter spesialis bedah syaraf RSUD AW Sjahranie, Dini Heryani menyebutkan, saat dilarikan ke rumah sakit, korban dalam keadaan hilang kesadaran. 



“Kami evaluasi di-UGD (Unit Gawat Darurat) dan kami lakukan tindakan operasi semalam (kemarin),” katanya.



Korban saat ini masih mendapatkan perawatan di ruang Paediatric Intensive Care Unit (PICU). “Kami akan kembali periksa bagian syarafnya. Jadi korban memang mengalami cidera otak (gegar otak ringan), dengan luka terbuka di bagian kepala. Makanya kemarin kami lakukan operasi,” jelasnya.



Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polrestra Samarinda, Ipda Suji Haryanto mengungkapkan, kepolisian telah mengamankan pelaku dan kendaraan yang digunakan.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore